Polisi Tangkap 321 Operator Judi Online Jaringan Internasional di Jakarta

Polisi Tangkap 321 Operator Judi Online Jaringan Internasional di Jakarta

Bareskrim Polri menangkap 321 orang yang diduga terlibat operasional judi online jaringan internasional di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5/2026). Mayoritas tersangka merupakan warga negara asing yang telah menjalankan aktivitas ilegal tersebut selama sekitar dua bulan.

Aktivitas di markas tersebut terungkap setelah adanya kecurigaan warga terkait pola pemesanan makanan dalam jumlah besar. Dilansir dari Megapolitan, para pelaku kerap memesan makanan melalui aplikasi daring dengan nilai mencapai jutaan rupiah namun menggunakan alamat restoran lain sebagai titik temu.

Indra, seorang penjaga parkir di lokasi sekitar, mengaku sering melihat pengemudi ojek online membawa pesanan makanan bernilai fantastis ke sebuah restoran yang berjarak 200 meter dari kantor pelaku. Ia mencurigai inisial pemesan yang tidak dikenal di area tersebut.

"Itu sebelumnya kan saya curiga begini, ada ojol, berapa kali ini, kok pakai inisial Yung (yang memesan makanan). Enggak ada nama itu di dalam (restoran). Dia pesan makanan sampai Rp 1,2 juta, Rp 1,5 juta," ungkap Indra, Senin (11/5/2026).

Kecurigaan Indra bertambah karena petugas pengambil makanan yang ditugaskan dari kantor tersebut tidak menguasai bahasa Indonesia maupun Inggris. Ia sempat memberikan peringatan keras kepada para pekerja asing tersebut agar tidak menyalahgunakan alamat restoran tempatnya bekerja.

"Dua kali saya tangkep itu loh. Terus saya translate kan, ‘Kamu sekali lagi pakai alamat sini, saya tangkep, saya laporin,’ tapi dia kabur," tutur Indra.

Saksi mata ini awalnya menduga bangunan tersebut digunakan sebagai lokasi pembuatan narkotika atau aktivitas judi karena sifat operasionalnya yang sangat tertutup. Ia menilai penggunaan alamat palsu dilakukan agar keberadaan para WNA tersebut tidak terdeteksi oleh lingkungan sekitar.

"Iya, saya pikir gini loh. Orang luar itu antara dua nih, antara pembuatan narkoba dengan judi," kata Indra.

Berdasarkan data kepolisian, dari total 321 orang yang diamankan, terdapat satu warga negara Indonesia (WNI) dan 320 warga negara asing (WNA). Para tersangka asing tersebut berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Daftar Kewarganegaraan Tersangka WNA
Asal NegaraJumlah Personel
Vietnam228 orang
China57 orang
Myanmar13 orang
Laos11 orang
Thailand5 orang
Malaysia3 orang
Kamboja3 orang

Hingga Senin (11/5/2026), personel Brimob Polda Metro Jaya masih disiagakan di lokasi penggerebekan tanpa membawa senjata api. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa penjagaan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga ketertiban di area perkantoran tersebut.

"Kehadiran personel di lokasi bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban," ujar Budi Hermanto.

Kepolisian mencatat bahwa para WNA yang terlibat selama ini tinggal di beberapa titik di sekitar wilayah Hayam Wuruk. Pengamanan di lokasi kejadian akan terus dilakukan secara situasional mengikuti perkembangan proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Artikel terkait

Rekomendasi