Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menemukan cairan mencurigakan di lokasi kebakaran rumah Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Haerul Saleh, yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 di Jagakarsa. Temuan ini sedang didalami untuk mengungkap pemicu pasti kobaran api yang menewaskan pejabat negara tersebut di ruang kerjanya.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan bersama tim Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) memastikan bahwa korban meninggal dunia murni akibat musibah kebakaran. Polisi menegaskan tidak ditemukan indikasi penyebab kematian lain di luar insiden kebakaran tersebut.
"Bahwa benar penyebab korban meninggal dunia karena kebakaran dan bukan karena sebab lain," ucap Kasihumas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, saat dikonfirmasi wartawan, dikutip Selasa (12/5/2026).
AKP Joko Adi menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, terdapat orang lain yang beraktivitas di lantai yang sama dengan korban. Namun, hanya Haerul Saleh yang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa di Jalan TB Simatupang Nomor 3 tersebut.
"Satu lantai. mereka sedang beraktivitas bareng bareng. Jadi lagi bersih-bersih, lagi renovasi atau apa. lagi berkegiatan mereka bareng-bareng sama bapak itu," ungkap Joko.
Kepolisian kini menitikberatkan penyelidikan pada barang bukti cair yang diamankan dari lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan awal, kuat dugaan api bersumber dari bahan kimia epoxy lantai yang digunakan dalam proses renovasi mandiri di lantai empat.
"(Ditemukan) Cairan. Saat ini barang temuan dibawa Puslabfor untuk dilakukan pemeriksaan dan tentunya kita masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor," kata Joko.
Saksi mata di sekitar kediaman korban menyebutkan bahwa situasi berubah drastis saat api mulai terlihat. Teriakan minta tolong terdengar dari dalam rumah sesaat sebelum api melahap bagian atas bangunan pada pagi hari.
"Iya, cuma teriak minta tolong-tolong doang, teriak-teriak aja gitu. Kencang banget suaranya," ujar Ida, salah satu tetangga yang tinggal di belakang kediaman Haerul Saleh.
Saat ini kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara mendalam dari tim dokter. Penjelasan rinci mengenai kondisi fisik korban sebelum meninggal akan dipaparkan secara resmi setelah seluruh proses autopsi dan laboratorium selesai dilakukan.