Putri penulis buku Ahmad Bahar berinisial F (33) dibawa oleh sejumlah anggota GRIB Jaya ke markas mereka di Depok sebelum akhirnya diantar ke Polres Depok pada Minggu (17/5/2026) malam. Langkah ini diambil setelah nomor WhatsApp milik F diduga mengirimkan pesan bernada ancaman yang ditujukan kepada istri Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Aksi penjemputan F dari kediamannya di Cimanggis dipicu oleh munculnya pesan singkat serta video yang dinilai menyudutkan pihak Hercules. Menurut keterangan F, setibanya di markas organisasi kemasyarakatan tersebut, ia langsung diinterogasi oleh Hercules mengenai dalang di balik pengiriman pesan teks yang mengancam keluarganya.
“Beliau bertanya misalnya, ‘Kamu disuruh siapa?’ Lah saya juga bingung, saya disuruh saya juga enggak tahu orang akun saya di-hack gitu kan,” ujar F.
Perempuan berusia 33 tahun itu membantah keras telah mengirimkan pesan tersebut secara sadar. F mengklaim bahwa akun komunikasi pribadinya telah diambil alih oleh pihak lain sejak beberapa hari sebelum insiden penjemputan terjadi.
“Kalau Pak Hercules-nya sendiri, kalau dari yang saya tangkap ya, beliau masih enggak percaya kalau misalnya bukan saya yang mengirimkan chat-chat yang tidak bertanggung jawab itulah pokoknya,” kata F.
Interogasi yang berjalan selama kurang lebih 30 menit tersebut berlangsung dengan ketat, namun F menegaskan tidak ada tindakan kekerasan fisik yang menimpa dirinya. F juga sempat diminta menghubungi ayahnya untuk datang, tetapi saluran telepon Ahmad Bahar tidak dapat tersambung saat itu.
F menceritakan bahwa pembajakan akun WhatsApp miliknya bermula pada Kamis (14/5/2026) sore ketika sistem mendadak meminta konfirmasi kode OTP. Setelah berhasil memulihkan akses, nomor asing mulai menghubungi dan mengirimkan bukti pesan ancaman beserta video hasil rekayasa kecerdasan buatan.
“Ada video soal ayah, tapi itu video AI. Saya baru sadar ternyata itu berhubungan dengan ayah,” ujar F.
Penjemputan F dari rumahnya juga disaksikan oleh sang ibu, Yenni Nur, yang membenarkan adanya belasan orang yang mendatangi kediaman mereka untuk mencari keberadaan suaminya.
“Anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya,” kata Yenni Nur.
Di sisi lain, pihak pengurus organisasi kemasyarakatan tersebut mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan kabar yang beredar di masyarakat mengenai situasi di kediaman penulis tersebut.
“Narasi yang menyebutkan adanya ‘pengepungan massa’ dinilai sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Marcel Gual, Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.