Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan sebanyak 438 personel gabungan untuk mengamankan dua aksi unjuk rasa yang berlangsung di wilayah Jakarta Pusat pada Rabu (6/5/2026). Pengerahan kekuatan ini bertujuan menjaga kondusivitas di titik konsentrasi massa mahasiswa.
Pengamanan ketat tersebut difokuskan pada dua lokasi berbeda, yakni Jalan Medan Merdeka Selatan dan area depan kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Senayan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan bahwa aksi pertama dijadwalkan mulai pukul 11.00 WIB. Demonstrasi ini melibatkan kelompok mahasiswa asal Jambi yang berbasis di ibu kota.
"Jam 11 ada unjuk rasa dari Persatuan Mahasiswa Jambi Jakarta Raya," ujar Erlyn.
Setelah aksi pertama, gelombang demonstrasi kedua akan berlanjut pada siang hari di wilayah Senayan. Massa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi dijadwalkan mendatangi kantor kementerian tepat pukul 13.00 WIB untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Pihak kepolisian telah menyiapkan skenario pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi aksi. Erlyn menyebutkan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan perkembangan jumlah massa di lapangan.
"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung," tutur Erlyn.
Langkah imbauan juga diberikan kepada pengguna jalan agar tidak terjebak kepadatan kendaraan. Penegasan ini diberikan untuk memastikan aktivitas masyarakat umum tetap berjalan meskipun terdapat agenda penyampaian pendapat di muka umum.