Sebanyak 725 personel gabungan kepolisian disiagakan Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengamankan tiga aksi demonstrasi mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat pada Jumat (22/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, kepolisian juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional guna mengantisipasi kepadatan di sekitar lokasi unjuk rasa.
Rangkaian unjuk rasa ini melibatkan aliansi mahasiswa berbeda yang tersebar di beberapa titik strategis. Aksi pertama diposisi oleh Asosiasi Mahasiswa Indonesia, kemudian diikuti oleh kelompok Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia, serta ditutup oleh pergerakan mahasiswa Islam di kawasan Salemba.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa pertama akan mengambil tempat di depan Kantor Badan Gizi Nasional, Jalan Kebon Sirih, Menteng, dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB.
"Jam 10.00 WIB ada unjuk rasa dari Asosiasi Mahasiswa Indonesia," ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya.
Titik konsentrasi massa kedua akan bergeser ke Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, yang digerakkan oleh kelompok Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia mulai pukul 13.00 WIB. Sementara itu, pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bakal menggelar aksi ketiga pada pukul 15.00 WIB di depan gedung PB PMII, Salemba.
Penerapan rekayasa arus lalu lintas di sekitar tempat demonstrasi akan disesuaikan secara dinamis oleh petugas di lapangan. Pihak berwajib turut meminta pengguna jalan untuk mencari rute lain demi menghindari titik kemacetan.
"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung," tutur Erlyn.