Kepolisian Republik Indonesia gencar memperluas pemerataan akses pangan sehat melalui pembangunan 33 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Program strategis ini dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Jagung Serentak kuartal kedua di Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
Pembangunan fasilitas di wilayah pinggiran tersebut menjadi bagian dari komitmen korps bhayangkara dalam menyokong program prioritas pemerintah, seperti dilansir dari Kompas. Korps institusi keamanan negara ini juga mengonfirmasi pemanfaatan energi bersih demi menopang operasional yang berkelanjutan.
“Selain itu Polri juga sedang membangun 33 SPPG di wilayah 3T sebagai wujud dukungan terhadap perluasan pemerataan akses pemenuhan gizi,” jelas Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Efisiensi operasional turut menjadi fokus kepolisian lewat pemanfaatan gas alam terkompresi pada puluhan unit pelayanannya. Langkah modernisasi ini diklaim mampu memangkas biaya operasional sekaligus menekan emisi karbon di area penugasan.
“Penggunaan CNG ini menjadi langkah strategis Polri dalam mendukung operasional SPPG yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan,” jelas Listyo Sigit Prabowo.
Hingga pertengahan Mei 2026, ratusan unit pelayanan telah aktif beroperasi melayani masyarakat di berbagai daerah. Kepolisian mencatat total fasilitas yang siap dan sedang dipersiapkan kini telah mencapai ribuan unit.
“Sampai dengan hari ini kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG, yang terdiri dari 736 SPPG telah beroperasi, 172 SPPG persiapan operasional, dan 468 SPPG dalam tahap pembangunan,” jelas Listyo Sigit Prabowo.
Jika seluruh infrastruktur pendukung gizi ini rampung dipersiapkan, dampak ekonomi makro yang dihasilkan mencakup pembukaan lapangan kerja massal. Jutaan warga di pelosok nusantara juga diproyeksikan menerima manfaat kesehatan secara langsung.
“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.000 tenaga kerja,” tegas Listyo Sigit Prabowo.
Ekspansi pembangunan fasilitas ini dipastikan terus berjalan sepanjang tahun demi memenuhi target sebaran yang lebih masif. Otoritas kepolisian berkomitmen merampungkan seribu lebih unit pelayanan baru hingga akhir periode tahun anggaran.
“Pada tahun 2026, Polri menargetkan untuk melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia.”
Standardisasi kualitas menjadi aspek krusial yang dipenuhi oleh tiap satuan pelayanan agar konsumsi masyarakat tetap aman. Manajemen mutu makanan dipastikan telah mengantongi berbagai regulasi kebersihan dan kehalalan resmi.
“Dalam memenuhi standar kelayakan dan keamanan pangan, SPPG Polri telah memiliki sertifikat penjamah makanan, sertifikat laik higienis sanitasi, sertifikat jaminan produk halal, sertifikat uji laboratorium air, serta menerapkan prinsip food safety secara konsisten,” tutur Listyo Sigit Prabowo.