Polri Siapkan 1.376 Satuan Pelayanan untuk Program Makan Gratis

Polri Siapkan 1.376 Satuan Pelayanan untuk Program Makan Gratis

Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerahkan 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menyukseskan program makan bergizi gratis bentukan pemerintah, Sabtu (16/5/2026). Langkah strategis korps bhayangkara ini dilansir dari Nasional dalam acara panen raya jagung serentak di Jakarta.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan data tersebut saat memberikan sambutan di depan Presiden Prabowo Subianto. Pihak kepolisian berkomitmen penuh mengawal agenda pemenuhan nutrisi masyarakat melalui pos pelayanan ini.

"Dalam mendukung program makanan bergizi gratis sampai dengan hari ini kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG," ujar Sigit dikutip dari tayangan YouTube Setpres, Sabtu.

Operasionalisasi pos koordinasi gizi tersebut kini berjalan bertahap di berbagai daerah. Kapolri merinci sebanyak 736 unit SPPG tercatat sudah aktif beroperasi, sedangkan 172 unit memasuki fase persiapan dan 468 unit lainnya masih dikebut dalam tahap konstruksi.

"Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.000 tenaga kerja," kata dia.

Ekspansi penyediaan fasilitas ini dipastikan terus bertambah sepanjang tahun. Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan target total pembangunan fasilitas pemenuhan gizi jajaran kepolisian menyentuh angka 1.500 unit di wilayah nusantara.

"Hal ini dilakukan guna memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Distribusi pembangunan juga diarahkan menyasar area terluar demi azas keadilan sosial. Korps baju cokelat ini sedang mendirikan 33 unit SPPG yang dikhususkan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kelayakan operasional setiap dapur umum dan pos logistik menjadi perhatian utama kepolisian. Penjaminan mutu dilakukan lewat pemenuhan berbagai dokumen regulasi kesehatan baku, mulai dari aspek higienitas penjamah makanan hingga pengujian laboratorium air.

"SPPG Polri telah memiliki sertifikat penjamah makanan, sertifikat laik higienis sanitasi, sertifikat jaminan produk halal, sertifikat uji laboratorium air serta menerapkan prinsip safety secara konsisten," ujar dia.

Modernisasi fasilitas juga menyentuh aspek efisiensi pasokan daya operasional di lapangan. Sebanyak 47 pos pelayanan gizi milik kepolisian dilaporkan telah mengadopsi bahan bakar gas bumi terkompresi (CNG) yang dinilai lebih aman serta ramah lingkungan.

Upaya masif ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang negara dalam mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas. Kepolisian memandang ketahanan pangan nasional merupakan fondasi vital dalam pembentukan generasi masa depan.

"Penyediaan pangan menjadi pondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, kuat dan berdaya saing," tutur Sigit.

Artikel terkait

Rekomendasi