Polri Tangkap 321 WNA Terkait Markas Judi Online di Jakarta Barat

Polri Tangkap 321 WNA Terkait Markas Judi Online di Jakarta Barat

Badan Reserse Kriminal Polri mengamankan 321 Warga Negara Asing yang diduga mengoperasikan markas judi online internasional di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Minggu (10/5/2026). Dilansir dari Detik iNET, operasi berskala besar ini mendapat apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, menilai pengungkapan ini membuktikan bahwa sindikat perjudian daring merupakan jaringan terorganisir yang memanfaatkan teknologi canggih untuk menghindari sistem pemblokiran pemerintah.

"Ini menunjukkan praktik judi online merupakan kejahatan lintas negara yang terorganisir disertai pemanfaatan teknologi digital untuk kamuflase sistem menghindari pemblokiran, serta banyaknya akun yang digunakan membuktikan pelaku beradaptasi secara teknis," ujar Alex.

Kementerian Komdigi menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi lintas lembaga guna membatasi ruang gerak sindikat ilegal tersebut di Indonesia.

"Pengungkapan jaringan level internasional ini bukti bahwa pemerintah serius dan terus bergerak memberantas judi online," kata Alex.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa kolaborasi antara instansi pemerintah dan aparat penegak hukum menjadi instrumen krusial dalam mengejar para bandar kejahatan digital yang semakin kompleks.

"Judi online, scam, serta berbagai kejahatan yang menyasar anak-anak dan kelompok rentan harus ditangani lebih keras lagi. Tahun ini, tahun depan, dan seterusnya. Tidak ada toleransi," tegas Meutya.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, mengonfirmasi bahwa ratusan warga asing tersebut ditangkap tangan saat sedang melakukan aktivitas perjudian daring di lokasi tersebut.

"Dari para pelaku yang berhasil kita amankan, jumlahnya mencapai 321 orang," kata Wira Satya Triputra.

Rincian Warga Negara Asing yang Diamankan
Asal NegaraJumlah (Orang)
Vietnam228
Tiongkok/China57
Myanmar13
Laos11
Thailand5
Malaysia3
Kamboja3

Seluruh pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk guna mendalami struktur jaringan internasional tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi