Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama mengonfirmasi posisi hilal dalam penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah berada pada kondisi sangat ideal untuk dipantau di seluruh wilayah Indonesia pada Minggu (17/5/2026).
Kondisi visibilitas hilal di seluruh wilayah NKRI dilaporkan telah melampaui kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), seperti dilansir dari Nasional. Parameter kelayakan tersebut diukur berdasarkan tinggi hilal minimal 3 derajat serta jarak sudut atau elongasi minimal 6,4 derajat.
Pemetaan tim hisab menunjukkan bahwa seluruh wilayah Indonesia berada dalam zona hijau yang menandakan kesiapan pemantauan. Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, menjabarkan data konkret terkait tinggi dan jarak sudut hilal saat matahari terbenam pada hari tersebut.
“Pada hari Hijriah ini tingginya di seluruh Indonesia antara 3,29 sampai 6,95 dan elongasinya antara 8,91 sampai 10,60 derajat. Di seluruh wilayah NKRI posisi hilal telah memenuhi kriteria MABIMS atau visibilitas hilal,” kata Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, Minggu.
Kriteria standar ini menjadi acuan utama bagi petugas di lapangan guna menetapkan keterbacaan posisi hilal secara ilmiah. Ketetapan batas minimal ini harus terpenuhi agar posisi bulan baru dapat dinyatakan valid.
“Ini kriteria yang kita kenali. Jadi pada saat matahari terbenam, hilal sudah memenuhi kriteria MABIMS jika ketinggian hilalnya sudah di atas 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat,” kata Cecep.
Berdasarkan laporan visual dari tim hisab, visualisasi pemetaan di seluruh wilayah menunjukkan indikator warna hijau secara merata. Hal ini menandakan peluang keberhasilan rukyatul hilal menjadi sangat besar.
“Seluruh wilayah Indonesia tampak warnanya hijau,” kata dia.
Rentang jarak sudut hilal dari Merauke hingga Sabang juga tercatat konsisten berada di atas ambang batas bawah yang disepakati. Pengukuran ini memperkuat kesimpulan bahwa posisi hilal sudah sangat tinggi.
“Di Merauke 8,91 derajat. Di Sabang 10,62 derajat. Padahal minimal saja 6,4 sudah jauh di atas kriteria MABIMS,” ujar Cecep.
Keputusan resmi mengenai jatuhnya Hari Raya Idul Adha masih harus menunggu hasil konfirmasi dari lapangan. Pemerintah menjadwalkan pengumuman hasil sidang isbat pada Minggu malam pukul 19.00 WIB.