PPIH Arab Saudi Terbitkan Imbauan Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia

PPIH Arab Saudi Terbitkan Imbauan Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi jemaah haji Indonesia saat melaksanakan prosesi melempar jumrah pada 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik. Salah satu poin utamanya adalah larangan berpindah jalur dari lantai tiga ke lantai lain bagi jemaah yang menempati tenda di Mina, seperti dikutip dari Nasional.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan bahwa jemaah yang tinggal di tenda Mina diprioritaskan menggunakan lantai tiga untuk pelaksanaan jamarat. Jalur pergerakan dimulai dari Terowongan Muaisim menuju jamarat dengan melewati dua terowongan Mina.

"Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim,"

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Harun Arrasyid Usman setelah melakukan peninjauan langsung pada jalur pergerakan jemaah dari Mina menuju Jamarat pada Minggu sore, 18 Mei 2026.

Harun Arrasyid Usman menambahkan, petugas di lapangan wajib memastikan lokasi tinggal jemaah, apakah berada di tenda Mina atau kembali ke hotel bagi peserta skema tanazul. Jemaah yang kembali ke tenda akan diarahkan melalui rute berputar lewat pintu keluar untuk langsung masuk kembali ke dalam terowongan.

"Jadi nanti jemaah setelah melakukan jumrah aqabah, wustha, dan ula, dia akan menuju terowongan lagi, masuk terowongan pertama, terowongan kedua, langsung ke depan tenda mina yang tadi kita ada di sana,"

Jemaah haji juga diminta untuk tetap tenang dan tidak panik apabila terjadi pemadaman lampu secara tiba-tiba di dalam terowongan. Jika situasi tersebut terjadi, Harun Arrasyid Usman menginstruksikan jemaah untuk segera menepi ke pinggir jalur guna menghindari benturan di tengah kondisi gelap saat orang-orang mencari jalan keluar.

Berdasarkan pemetaan wilayah maktab, sebagian besar jemaah haji asal Indonesia menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5 yang berlokasi di dekat Terowongan Muaisim. Seluruh jemaah tersebut tersebar ke dalam 61 markas, meliputi maktab kecil di area bawah hingga maktab besar di area atas.

Artikel terkait

Rekomendasi