PPIH Atur Skema Bus Taraddudi Jemaah Haji ke Arafah

PPIH Atur Skema Bus Taraddudi Jemaah Haji ke Arafah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH menerapkan skema transportasi bus taraddudi secara bolak-balik untuk mengendalikan risiko penumpukan kendaraan saat mobilisasi jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026.

Langkah antisipasi kemacetan dan kepadatan massal ini dilakukan dengan menyusun jadwal pergerakan secara terstruktur untuk 527 kloter jemaah demi kelancaran puncak ibadah haji, sebagaimana dilansir dari Cahaya.

Pengaturan perjalanan pada musim haji kali ini mengalami perbaikan signifikan melalui pembagian waktu keberangkatan yang dinilai efektif memecah konsentrasi massa di area pemukiman.

"Tahun ini ada perbaikan karena ada pengaturan jadwal, dibuat tiga kali trip, tidak sepanjang hari," kata Kepala Satuan Tugas atau Kasatgas Arafah Abdul Basir.

Keberangkatan kloter pertama dari Makkah akan dimulai pukul 07.00 Waktu Arab Saudi, diikuti trip kedua pukul 11.30, dan perjalanan terakhir pada pukul 16.30 Waktu Arab Saudi.

"Jemaah sudah mengetahui mereka akan berangkat jam berapa, turun dari kamar berapa jam sebelum waktu keberangkatannya sehingga tidak ada penumpukan di lobi hotel," papar Abdul Basir.

Manajemen waktu pergerakan ini diperkuat dengan penyusunan standar operasional prosedur yang wajib dipatuhi oleh seluruh jemaah sebelum menaiki armada bus.

"Kemudian jemaah baru turun ke lobi hotel satu jam sebelum jadwal bus berangkat," kata Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman.

Berdasarkan prosedur baku tersebut, jemaah diwajibkan menyelesaikan persiapan bekal enam jam sebelum keberangkatan dan sudah mengenakan kain ihram tiga jam sebelum bus dijadwalkan meluncur ke Arafah.

Artikel terkait

Rekomendasi