PPIH Arab Saudi Bentuk Timsus Mina Lindungi Jemaah Haji Lansia

PPIH Arab Saudi Bentuk Timsus Mina Lindungi Jemaah Haji Lansia

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina untuk mengoptimalkan layanan pelindungan serta pembinaan bagi jemaah haji lansia dan yang sedang sakit saat puncak haji, seperti dilansir dari Nasional pada Rabu (20/5/2026).

Pembentukan tim ini ditujukan untuk mengantisipasi fase kedatangan di Mina yang menjadi waktu sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi bagi para jemaah.

Personel yang ditunjuk masuk ke dalam tim ini merupakan para petugas pilihan yang sudah memiliki rekam jejak bertugas pada operasional ibadah haji sebelumnya.

"Timsus Mina beranggotakan personel Pelindungan Jemaah (Linjam) yang berpengalaman bertugas minimal satu kali pada operasional haji sebelumnya," kata Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi Harun Arrasyid Usman dalam keterangannya, dikutip Rabu (20/5/2026).

Para petugas di dalam tim tersebut dijadwalkan bergerak menuju lokasi penugasan pada tanggal 8 Zulhijah malam dengan langsung menuju Mina tanpa melalui jalur Arafah.

"Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba," ujar Harun.

Pergerakan jemaah haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah akan dipantau, diawasi, dan disambut langsung oleh Timsus Mina sebagai tugas pokok mereka.

Selain itu, petugas juga dipersiapkan untuk menyambut para jemaah haji yang memilih skema murur atau melintas dari wilayah Arafah.

"Fase kedatangan di Mina merupakan waktu yang sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi," kata dia.

Kelancaran dan keselamatan pergerakan massa menjadi perhatian utama, sehingga para jemaah haji yang berada di tenda Mina diimbau untuk tidak berpindah lantai ketika prosesi melontar jumrah.

"Bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah," kata Harun.

Jemaah yang telah selesai melakukan prosesi tersebut disarankan untuk mencari informasi di lokasi mengenai jalur kembali ke tenda masing-masing.

Rute kepulangan tersebut akan berputar keluar dan langsung mengarah masuk kembali menuju Terowongan Muaisim.

"Bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah," kata Harun.

Jarak perjalanan bolak-balik yang harus ditempuh oleh jemaah melalui dua Terowongan Muaisim tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih 4,5 kilometer.

Artikel terkait

Rekomendasi