Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberangkatkan puluhan jemaah haji lansia dari Hotel Lulua Al Mashaer, Makkah, untuk melaksanakan ibadah umrah wajib pada Selasa (5/5/2026). Para jemaah tersebut difasilitasi dengan bus hidrolik khusus guna memberikan keamanan dan kemudahan aksesibilitas.
Dilansir dari Detikcom, penggunaan bus hidrolik ini memungkinkan jemaah yang menggunakan kursi roda masuk ke dalam armada tanpa harus menaiki tangga. Langkah tersebut merupakan bagian dari pelayanan bagi jemaah dengan keterbatasan fisik agar tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah di Masjidil Haram dengan nyaman.
Regita Yuniar selaku Petugas PPIH Arab Saudi Bidang Lansia dan Disabilitas (Landis) menjelaskan bahwa proses pemberangkatan dilakukan pada pagi hari. Hal ini bertujuan untuk melindungi jemaah dari paparan panas ekstrem di wilayah Makkah yang dapat memicu kelelahan fisik.
"Hari ini kami insya Allah memberangkatkan sekitar 47 lansia untuk melaksanakan umrah wajib. Mereka semuanya menggunakan kursi roda dan mereka juga sudah menggunakan layanan jasa pendorong kursi roda resmi," ujar Regita Yuniar, Petugas Landis PPIH Arab Saudi.
Pihak penyelenggara mencatat bahwa jemaah yang berangkat pada kloter ini berasal dari Surabaya dan Lombok. Kedatangan para jemaah tersebut di Makkah terjadi secara bertahap dalam kurun waktu beberapa hari sebelum pelaksanaan umrah.
"Tiba di Makkahnya, yang pertama itu kedatangan di tanggal 30 April, kemudian ada kedatangan lagi di tanggal 2 Mei, dan di tanggal 4 Mei," jelas Regita Yuniar.
Untuk memastikan kelancaran ibadah, koordinasi dilakukan antara petugas kloter dan PPIH. Setidaknya terdapat empat hingga lima orang petugas pendamping yang mengawal mobilitas jemaah selama perjalanan menuju Baitullah.
"Ada petugas yang mendampingi ada dari kloternya, petugas haji daerah, kemudian dari PPIH Arab Saudi, sekitar 4-5 orang," lanjut Regita Yuniar.
Pendampingan intensif ini sangat dibutuhkan mengingat seluruh peserta dalam rombongan ini bergantung sepenuhnya pada penggunaan kursi roda. Petugas memastikan setiap jemaah mendapatkan bantuan yang diperlukan mulai dari hotel hingga ke lokasi tawaf dan sa'i.
"Kami membantu mendorong dan memastikan jemaah lansia bisa berangkat dengan aman dan nyaman," ujar Regita Yuniar.
Di sela persiapan keberangkatan, salah satu jemaah asal Lombok, Siti Asiah Hasan, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menyampaikan keinginannya untuk segera melihat Ka'bah setelah penantian panjang menuju Tanah Suci.
"Alhamdulillah, sehat-sehat. Pingin (lihat Ka'bah). Amin amiin mudah-mudahan lancar-lancar semua," ujar Siti Asiah Hasan.
Sesampainya di Masjidil Haram, para lansia ini akan menggunakan layanan jasa pendorong kursi roda resmi yang disediakan otoritas setempat dengan biaya sekitar 300 riyal. Fasilitas ini disiapkan agar jemaah tidak mengalami kelelahan yang berlebihan saat menjalani tawaf dan sa'i.