Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberlakukan skema buka tutup pintu di Terminal Ajyad, Makkah, pada Minggu (10/5/2026) guna menjamin keselamatan jamaah calon haji Indonesia. Langkah ini diambil sebagai strategi mengurai kepadatan saat jamaah mengantre bus shalawat menuju hotel.
Kepadatan di area terminal pada periode haji sebelumnya menjadi landasan evaluasi bagi otoritas terkait untuk menerapkan kebijakan tersebut. Dilansir dari Cahaya, pengaturan ini dirancang agar pergerakan massa di titik penjemputan menjadi lebih terukur dan meminimalkan risiko penumpukan yang tidak terkendali.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Syarif Rahman, memberikan penegasan bahwa fasilitas di Terminal Ajyad kini telah diperkuat dengan infrastruktur pendukung demi kenyamanan jamaah.
"Saat ini Terminal Ajyad sudah dilengkapi koridor khusus pejalan kaki dan pagar pembatas. Sistem buka tutup ini memastikan jamaah tidak berdesakan dan terhindar dari risiko kecelakaan saat akan menaiki bus shalawat," ujar Syarif Rahman, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah.
Pihak petugas di lapangan mengoordinasikan penempatan armada bus sesuai nomor rute sebelum memberikan akses masuk bagi jamaah ke dalam terminal secara bertahap. Ketika kapasitas angkut bus sudah maksimal, akses pintu akan ditutup sementara guna menata kedatangan armada berikutnya.
Pola ini terbukti efektif mempercepat proses mobilisasi jamaah, terutama pada periode puncak setelah ibadah salat wajib di Masjidil Haram. Berdasarkan data Media Center Haji (MCH), seluruh antrean jamaah menuju Misfalah setelah salat Isya berhasil terangkut dalam durasi kurang dari satu jam.
"Kami mencatat proses pengosongan antrean setelah salat Isya hanya membutuhkan waktu 58 menit untuk seluruh jamaah tujuan Misfalah. Ini menunjukkan alur transportasi berjalan cukup dinamis," kata Syarif Rahman, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah.
Koordinasi intensif terus dilakukan PPIH dengan instansi terkait untuk menyempurnakan pola kepulangan jamaah dari Masjidil Haram. Selain pengawasan di lapangan, terdapat upaya teknis untuk menambah akses pintu keluar terminal guna memperlancar arus keberangkatan jamaah kembali ke pemondokan.