PPIH Arab Saudi Cari Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah

PPIH Arab Saudi Cari Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama sejumlah tim khusus tengah melakukan pencarian intensif terhadap seorang jemaah haji asal Indonesia yang dilaporkan hilang di Kota Makkah.

Dilansir dari Detikcom, jemaah yang hilang tersebut bernama Muhammad Firdaus Akhlan (72), anggota Kloter JKG 27 Rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol. Firdaus dilaporkan belum kembali ke akomodasinya sejak Jumat, 15 Mei 2026, dan laporan kehilangan baru diterima petugas melalui kanal Kawal Haji pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Pihak berwenang segera bergerak melakukan penelusuran setelah menerima laporan resmi dari pihak keluarga. Rekaman CCTV hotel memperlihatkan bahwa Firdaus meninggalkan lokasi penginapan seorang diri pada pukul 09.04 waktu Arab Saudi tanpa membawa dokumen identitas apa pun.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan situasi dan langkah-langkah pencarian yang sedang berjalan.

"Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah beserta seluruh PPIH menyampaikan keprihatinan mendalam kepada istri dan keluarga serta seluruh anggota rombongan," ujar Ichsan Marsha, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah dalam konferensi pers di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Rabu (20/5/2026).

Menurut penjelasan lanjutan, penelusuran tidak hanya berfokus pada kawasan sekitar hotel tempat jemaah menginap. Petugas juga memeriksa visual dari kamera pengawas untuk melacak arah kepergian jemaah lansia tersebut.

"Yang bersangkutan keluar dari hotel sendirian tanpa membawa pengenal apa pun kecuali gelang haji dengan pakaian putih dan sarung hitam," ungkap Ichsan Marsha, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Operasi pencarian kini diperluas dengan melibatkan berbagai unsur petugas yang disebar ke beberapa titik strategis di dalam maupun luar kota. Penyelidikan formal juga telah dibuka bersama dengan otoritas kepolisian setempat.

"Pencarian terus dilakukan sampai ke rumah sakit-rumah sakit baik yang berada di Makkah sampai ke rumah sakit yang ada di luar Kota Makkah. Kami juga membuat laporan kepolisian berkaitan dengan jemaah kita, serta memberikan pendampingan penuh kepada sang istri selama proses pencarian berlangsung," jelas Ichsan Marsha, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung di bawah koordinasi ketat PPIH. Masyarakat serta jemaah lain diminta untuk tetap tenang dan kooperatif dalam memberikan informasi valid guna mempercepat penemuan jemaah.

"Kami juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," pungkas Ichsan Marsha, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

PPIH turut mengimbau seluruh jemaah Indonesia di Tanah Suci agar selalu mengenakan tanda pengenal resmi dan tidak bepergian sendirian demi keselamatan selama beribadah.

Artikel terkait

Rekomendasi