PPIH Arab Saudi Optimalkan Ruang Kendali Digital Transportasi Haji 2026

PPIH Arab Saudi Optimalkan Ruang Kendali Digital Transportasi Haji 2026

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperkuat pengawasan mobilitas jamaah melalui optimalisasi ruang kendali transportasi berbasis digital pada musim haji 2026. Layanan yang beroperasi selama 24 jam ini bertujuan menjamin kelancaran serta keamanan perjalanan jamaah calon haji Indonesia selama di Tanah Suci.

Dikutip dari Cahaya, sistem pemantauan digital ini difokuskan untuk mengawasi armada bus yang melayani rute Madinah menuju Makkah maupun jalur sebaliknya. Teknologi tersebut memungkinkan petugas melakukan pelacakan posisi kendaraan secara real time dan akurat guna memastikan ketepatan waktu perjalanan.

Pusat kendali ini bertempat di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Makkah, di mana pergerakan ratusan unit bus dipantau melalui lima layar monitor berukuran besar di ruangan seluas 6x4 meter. Digitalisasi ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi dinamika di lapangan.

Kepala Seksi Transportasi Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Moh Afifuddin Zuhri, menjelaskan bahwa integrasi teknologi GPS menjadi instrumen utama dalam memantau detail armada bus. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi jamaah yang sedang menempuh perjalanan.

"Digitalisasi layanan transportasi ini menjadi kunci agar pelayanan bisa maksimal dan memastikan kondisi jamaah calon haji aman selama perjalanan," ujar Afifuddin di Makkah, Selasa (12/5/2026).

Afifuddin menambahkan bahwa estimasi jadwal bus sering kali mengalami perubahan akibat variasi kecepatan kendaraan di jalan raya. Fitur tracking menjadi solusi penting untuk mendeteksi posisi pasti armada sekaligus memitigasi kendala, termasuk saat adanya pemeriksaan dari otoritas keamanan setempat.

Data dari ruang kendali digital ini juga dimanfaatkan sebagai acuan bagi petugas di penginapan untuk menyiapkan penyambutan jamaah. Koordinasi intensif dilakukan melalui radio komunikasi antara tim kendali, Daker Bandara, serta operator bus tanpa henti.

Petugas layanan transportasi, Arudi, menyebutkan bahwa jarak tempuh bus menjadi indikator utama bagi petugas hotel untuk mulai bersiaga. Hal ini dilakukan agar fasilitas kamar dan konsumsi sudah tersedia tepat saat rombongan tiba di lokasi tujuan.

"Misalnya posisi bus berada di titik yang memperkirakan kedatangan kurang lebih dua jam lagi sampai di sektor, maka mereka (petugas) sudah siap-siap menyambut," ujar Arudi.

Intensitas pergerakan jamaah calon haji Indonesia saat ini terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya kloter yang masuk ke Makkah. Sistem digital ini terbukti efektif dalam mengawal migrasi jamaah dari satu titik ke titik lainnya dengan tingkat presisi yang tinggi.

Pada Minggu (10/5), ruang kendali transportasi PPIH Arab Saudi mencatat keberhasilan dalam mengawal perpindahan 20 kelompok terbang (kloter) dari Madinah. Sebanyak 7.838 calon haji yang menumpang 132 bus dilaporkan sampai di Makkah dalam kondisi aman dan selamat.

Artikel terkait

Rekomendasi