Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan program safari wukuf bagi 267 jemaah haji lanjut usia dan yang mengalami gangguan kesehatan di Arafah pada pelaksanaan puncak haji, Senin (25/5/2026).
Fasilitas ini diberikan guna mengakomodasi jemaah dengan keterbatasan fisik agar tetap sah menjalani rukun haji, seperti dilansir dari Detikcom. Pengumuman program khusus tersebut disampaikan resmi oleh pemerintah melalui saluran digital penyiaran kementerian terkait.
"Kami juga menyampaikan bahwa PPIH Arab Saudi juga menyiapkan layanan safari wukuf bagi jemaah lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu," kata Maria Assegaf, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Aktivitas pelayanan ini melibatkan pergerakan 150 petugas yang dikerahkan secara khusus untuk mengawal para jemaah sakit dan lansia selama prosesi ibadah. Seluruh peserta dijadwalkan bertolak ke Arafah pada 9 Zulhijah pukul 13.00 waktu setempat, lalu dipulangkan sementara ke hotel transit Makkah sebelum kembali ke kloter asal pada 13 Zulhijah.
Langkah penguatan medis juga diterapkan di area Armuzna dengan menyiagakan dua Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di wilayah Arafah dan Mina. Selain itu, manajemen pergerakan massa jemaah akan dipantau langsung oleh 657 personel Satuan Tugas (Satgas) Arafah yang mengurusi logistik, transportasi, hingga proteksi jemaah.
"Selama fase Armuzna kami tentu ingin mengajak seluruh jemaah untuk saling peduli jika melihat kemudian jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan maupun juga terpisah dari rombongan untuk segera bantu dan laporkan kepada petugas terdekat," kata Maria Assegaf.