PPIH Arab Saudi Siapkan Skema Murur Bagi 80 Ribu Jemaah Haji Indonesia

PPIH Arab Saudi Siapkan Skema Murur Bagi 80 Ribu Jemaah Haji Indonesia

Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menyiapkan skema murur bagi 80 ribu jemaah haji Indonesia pada Selasa (19/5/2026) demi menjaga keselamatan selama pergerakan di kawasan Armuzna, seperti dilansir dari Nasional.

Langkah penanganan ini memprioritaskan jemaah kategori lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) akibat keterbatasan kondisi lapangan di kawasan Muzdalifah yang kerap memicu kepadatan saat puncak haji.

"Rencana ada 80 ribu untuk dimururkan. Itu sesuai dengan pengajuan dari Kementerian Haji Indonesia ke kementerian agama di Arab Saudi. Itu sudah disepakati untuk melakukan murur," kata Kepala Satuan Operasi Armuzna PPIH Arab Saudi 2026, Surnadi.

Kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi lapangan untuk mengantisipasi risiko gangguan fisik pada jemaah rentan jika dipaksakan menjalani mabit secara reguler.

"Tujuan yang ada untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah, kemudian untuk menghindari kecelakaan yang lain terhadap jemaah," kata Surnadi.

Mekanisme murur dilakukan dengan menggerakkan jemaah menggunakan bus dari Arafah melewati Muzdalifah menuju Mina tanpa turun dari kendaraan, yang terbagi dalam skema murur dengan mabit dan murur rukhsah.

Jemaah murur dengan mabit diberangkatkan setelah wukuf dan melintasi Muzdalifah selepas tengah malam sehingga mabitnya tetap sah, sedangkan peserta murur rukhsah melintas sejak setelah Maghrib hingga menjelang tengah malam tanpa dikenai denda dam karena mendapatkan keringanan hukum.

Artikel terkait

Rekomendasi