Presiden Prabowo Subianto memperingatkan para mitra pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melakukan kecurangan untuk segera melapor dan mengakui perbuatannya di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026).
Langkah tegas ini diambil guna memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan tanpa adanya tindak pidana korupsi. Dilansir dari Detik Finance, Presiden bahkan menggunakan istilah kasar untuk meluapkan kekesalannya terhadap mitra satuan pelayanan pencerah gizi (SPPG) yang tidak amanah.
Kepala Negara mengimbau para pelaku kecurangan agar segera memperbaiki diri sebelum berhadapan dengan aparat penegak hukum. Prabowo menjamin keselamatan bagi pihak yang bersedia jujur dan bertobat atas tindakan mereka.
"Kalaupun saudara mitra yang brengsek tapi tidak mau ngaku, saya beri kesempatan, kembalilah ke jalan yang benar, kembalilah ke jalan yang benar. Kalau saudara yang cepat-cepat lapor, ngaku, insyaallah selamat," tegas Prabowo.
Keberhasilan program MBG dinilai sangat bergantung pada integritas para pengelola dapur serta mitra program yang terlibat. Pemerintah menegaskan telah membekali seluruh pihak dengan nilai pengabdian agar tidak ada penyelewengan demi keuntungan pribadi.
Guna mengawal ketat pelaksanaan program, pengawasan akan diperketat secara menyeluruh. Presiden berjanji memfasilitasi semua kebutuhan tambahan personel maupun anggaran bagi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kejaksaan Agung.
"Kepala BPKP, apa yang kau butuh kalau kau perlu tambahan personel? Berapa saja kau butuh, saya penuhi! Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu lapor, saya penuhi. Jaksa Agung! Berapa saja yang kau perlu, saya penuhi! Kalau perlu yang sekian triliun kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat Jaksa Agung ya. BPKP, KPK semua penegak hukum harus kita perkuat," tutur Prabowo.
Penguatan institusi penegak hukum tersebut dipandang krusial untuk menjaga wibawa pemerintahan di mata dunia. Langkah ini juga menjadi komitmen penuh dalam melindungi aset negara agar tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.
"Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri," pungkasnya.