Presiden Prabowo Desak ASEAN Prioritaskan Perlindungan Warga di Timur Tengah

Presiden Prabowo Desak ASEAN Prioritaskan Perlindungan Warga di Timur Tengah

Keselamatan serta kesejahteraan masyarakat yang bermukim di kawasan Timur Tengah didesak untuk menjadi prioritas utama oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/4/2026), dilansir dari Nasional.

"Saya rasa banyak negara kita memiliki ribuan warga negara di Timur Tengah. Perlindungan warga negara kita harus tetap menjadi prioritas utama," kata Prabowo dalam siaran pers yang diterima pada forum internasional tersebut.

Pemerintah Indonesia menyambut baik inisiatif Singapura yang telah menawarkan kolaborasi dalam upaya evakuasi warga negara di wilayah terdampak. Penegasan mengenai kesiapan Indonesia untuk terlibat aktif dalam skema perlindungan kolektif juga disampaikan oleh Kepala Negara.

"Saya rasa kita harus memiliki pendekatan ASEAN yang sama. Indonesia bersedia bekerja sama erat dengan rekan-rekan kita dari ASEAN," kata Prabowo.

Urgensi perlindungan ini dinilai menjadi hal yang mendasar bagi seluruh anggota perhimpunan negara-negara Asia Tenggara. Di hadapan para pemimpin lainnya, Prabowo memberikan sorotan khusus terhadap risiko yang dihadapi oleh personel keamanan dalam misi kemanusiaan.

"Kita telah kehilangan tentara Indonesia yang bertugas di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kita menuntut pertanggungjawaban bahwa tugas-tugas penjaga perdamaian harus dihormati oleh semua pihak," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo mengajak seluruh anggota ASEAN untuk menyuarakan sikap yang sama demi melindungi keselamatan warga sipil. Seruan ini mencakup tuntutan agar semua pihak terkait mematuhi norma-norma global dan memproses setiap bentuk pelanggaran secara hukum.

"Kita harus menuntut semua pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional dan memajukan pertanggungjawaban atas pelanggaran. Inilah saatnya bagi ASEAN untuk menunjukkan kekuatannya. Kita harus memiliki suara politik kolektif yang kuat," kata Prabowo.

Artikel terkait

Rekomendasi