Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana beserta dua wakilnya di Jakarta akibat kontroversi pengadaan 25.000 unit motor listrik senilai Rp2,4 triliun yang dinilai bermasalah oleh Kementerian Keuangan.
Langkah perombakan besar-besaran pada pucuk pimpinan lembaga tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, sebagaimana dilansir dari Suara. Selain Dadan, dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang turut diberhentikan adalah Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Pencopotan ini dipicu oleh proyek pengadaan kendaraan operasional roda dua jenis motor listrik Emmo JVX GT untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan data Inaproc, terdapat dua paket pengadaan dengan nilai masing-masing Rp1,22 triliun dengan harga per unit mencapai Rp49,95 juta termasuk pajak.
Proyek tersebut memicu kekhawatiran karena kesiapan infrastruktur purnajual yang belum memadai, di mana diler dan bengkel resmi di kawasan Jakarta Barat dilaporkan belum selesai sepenuhnya hingga April lalu. Kebijakan ini tetap berjalan meskipun awalnya telah ditolak oleh Kementerian Keuangan karena dinilai mengalami kebocoran sistem.
"Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak. Pokoknya ada kebocoran dari acara tertentu malah melewati itu sehingga softwarenya tidak terdeteksi ya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita kurangi semaksimal mungkin," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu memperbaiki tata kelola anggaran serta memastikan kelancaran program strategis pemerintah tanpa hambatan birokrasi maupun polemik pengadaan barang.