Presiden Prabowo Subianto saling memasang gaya adu tinju secara spontan saat bertemu dengan Anggota DPD RI sekaligus petinju profesional, Daud Yordan, di koridor Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Pertemuan unik yang terekam dalam video tersebut terjadi sewaktu Kepala Negara menghadiri Rapat Paripurna DPR RI untuk memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.
Dilansir dari Detikcom, kedua tokoh yang mengenakan setelan jas formal itu tampak jenaka karena Daud Yordan langsung menunjukkan gestur tinju yang kemudian diladeni oleh Presiden Prabowo Subianto hingga memantik tawa orang-orang di sekitar lokasi.
Selesai memperagakan gerakan pukulan, Presiden Prabowo Subianto langsung merangkul erat serta menepuk-nepuk pundak sang senator asal Kalimantan Barat tersebut sebelum akhirnya melanjutkan langkah kaki untuk meninggalkan ruangan.
Interaksi akrab dengan gaya dunia adu jotos ini bukan pertama kali terjadi, sebab pada momen silaturahmi Idulfitri Maret 2026 lalu, Kepala Negara juga pernah tertangkap kamera meninju pelan pundak Daud Yordan.
Melalui akun Instagram pribadinya, Daud Yordan mengonfirmasi bahwa aksi saling gocek tersebut murni merupakan gurauan di antara dua sahabat lama yang silaturahminya tidak akan pernah berubah di mana pun berada.
"Yang menarik adalah tampaknya cuma saya satu-satunya petinju yang berani ngajak Presiden berantem dengan gaya lucu-lucuan," kata Daud Yordan, Anggota DPD RI.
Legislator yang akrab disapa Cino ini menambahkan bahwa hubungan interpersonal yang telah terbangun lama membuat suasana menjadi sangat cair.
"Dan hanya Pak Presiden yang berani mengajak orang berantem dan diladenin karena memang beliau sahabat lama saya," imbuh Daud Yordan, Anggota DPD RI.
"Kita saling bersilaturahmi dengan gaya yang sama di manapun berada," tulis Daud Yordan, Anggota DPD RI.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, di mana dalam pidatonya beliau menyinggung target nilai tukar rupiah, kemiskinan, lapangan kerja, hingga pemberantasan korupsi.