Presiden Prabowo Subianto menghendaki 400 pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) peserta Presidential Future Leadership Program (PFLP) menjadi karyawan yang cerdas dan berhati mulia. Pelatihan kepemimpinan masa depan tersebut resmi dibuka di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan pada Rabu (20/5/2026).
Program ini menyasar sumber daya manusia unggul demi mewujudkan kinerja serta tata kelola pemerintahan dan BUMN yang baik. Penggemblengan karakter para tunas bangsa tersebut dilangsungkan dalam beberapa tahapan pendidikan berkala selama sembilan bulan.
“Apa sih PFLP itu? Jadi, intinya begini, Bapak Presiden kita ini menghendaki pemerintahan dan juga BUMN kita, itu punya tata kelola yang baik, punya kinerja yang bagus. Selain tata kelolanya, dibutuhkan sumber daya manusia yang bagus,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto usai membuka acara sebagaimana dilansir dari Nasional.
Penyiapan kompetensi SDM tersebut berfokus pada kombinasi kecerdasan pikiran dan keluhuran budi pekerti para peserta. Penanaman nilai-nilai ini dinilai krusial bagi keberlanjutan kepemimpinan di sektor korporasi milik negara.
“Artinya, yang punya hati yang mulia dan cerdas. Saya sampaikan tadi, best heart and best mind. Jadi, itu yang diharapkan oleh Bapak Presiden," sambung Donny.
Para peserta merupakan bagian dari pegawai BUMN rekrutan tahun 2024 dan 2025 yang menjadi angkatan pertama dalam program bentukan pemerintah ini. Sebanyak 400 orang, terdiri dari 272 pria dan 128 perempuan, dinyatakan lolos seleksi batch pertama dari total 1.068 pegawai yang diundang.
Pada fase awal, ratusan peserta bakal menempuh pelatihan pembentukan karakter, jiwa kebangsaan, nasionalisme, kedisiplinan, kebersamaan, dan daya juang di Kodiklat TNI selama tiga bulan pertama.
“Mereka (Kodiklat TNI) punya pelatih-pelatih dan pengasuh-pengasuh yang saya yakin bisa menempa atau membina karakter mereka sesuai dengan apa yang kami harapkan,” ujar Donny.
Memasuki tahap berikutnya, kurikulum pendidikan beralih ke Danantara Corporate University selama empat bulan untuk memperdalam keahlian analisis, manajerial, pengambilan keputusan, serta pemahaman terkait siber dan keamanan.
“Jadi, saya rasa sangat lengkap yang akan mereka terima nantinya. Banyak nanti pengajar-pengajar baik dalam negeri dan luar negeri akan kita datangkan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka,” ucap Donny.
Setelah merampungkan fase akademis dan manajerial, para peserta diwajibkan menjalani program magang selama dua bulan di berbagai kementerian, lembaga, badan, maupun BUMN. Pelatihan intensif ini diproyeksikan sebagai modal awal para pegawai sebelum kembali bertugas di instansi masing-masing.
“Mereka adalah tunas bangsa yang harus kita berdayakan, kita berikan pendidikan dan latihan sehingga nantinya investasi kita ini bisa untuk Indonesia di masa depan,” ujar Donny.