Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung Serentak di Tuban

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung Serentak di Tuban

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2026 di lahan pertanian binaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

Kunjungan kerja ke Tuban ini merupakan agenda ketiga Presiden Prabowo di Jawa Timur setelah bertolak dari Kabupaten Nganjuk, dilansir dari jatim.antaranews.com. Kepala Negara disambut oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo bersama jajaran petinggi Mabes Polri, serta didampingi oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan upacara peletakan batu pertama 10 gudang ketahanan pangan Polri berkapasitas masing-masing 1.000 ton serta peluncuran operasional 166 unit Sentra Pelayanan Pertanian Gotong Royong (SPPG) yang dikelola oleh Polri. Kegiatan panen serentak ini melibatkan 36 polda dengan total luas lahan mencapai 189.760,36 hektare, di mana 1.608,76 hektare di antaranya dipanen hari ini dengan porsi terbesar berada di polda Jawa Timur.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa potensi hasil panen pada periode kuartal II/2026 ini mencapai 1,23 juta ton jagung, dengan 100 ton di antaranya siap diekspor ke Malaysia. Selain itu, sepanjang tahun 2025, Polri tercatat telah merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektar dengan total produksi mencapai 3,9 million ton.

Dalam sambutannya yang dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden melalui nasional.kompas.com, Kapolri menjelaskan komitmen kepolisian dalam menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengolah limbah sisa pertanian.

"Selanjutnya Polri juga melakukan kerja sama dengan UMKM lokal untuk mendorong pemanfaatan hasil samping pertanian melalui pengembangan briket tongkol jagung dengan nama Miracle Carbon," ujar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Inovasi bahan bakar briket hasil olahan limbah pertanian tersebut diproduksi untuk memenuhi keperluan energi alternatif skala kecil bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat luas.

"Sebagai energi alternatif untuk keperluan rumah tangga, pendukung UMKM, penghangat kandang ayam serta pengganti kayu bakar," kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Selain briket, kepolisian juga memperkenalkan inovasi pupuk presisi berbasis batu bara yang diklaim mampu memulihkan tingkat kesuburan tanah pertanian.

"Pupuk presisi berbasis batu bara bermanfaat untuk menaikkan pH sebanyak satu sampai dua tingkat sekaligus merestorasi unsur hara sehingga dapat menyuburkan tanah dan menyehatkan tanaman," papar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Implementasi penggunaan formula pupuk penyubur tanah berbahan dasar batu bara tersebut saat ini sudah mulai diuji coba dan diterapkan pada dua wilayah polda.

"Inovasi ini telah digunakan pada lahan pertanian jagung di Provinsi Jawa Barat dan Papua," kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Artikel terkait

Rekomendasi