Rencana pembangunan kawasan terpadu Kampung Haji di Makkah bagi jemaah Indonesia yang diinisiasi oleh Prabowo terinspirasi dari sejarah kedermawanan Wakaf Baitul Asyi asal Aceh sejak tahun 1809 Masehi, dilansir dari Cahaya pada Kamis (21/5/2026).
Gagasan tersebut dimatangkan seiring kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, ke Hotel Burj Al Wahda Almutamayiz di Sektor 6 Makkah yang menampung 11 ribu jemaah asal Embarkasi Aceh dan Embarkasi Medan.
"Jadi Pak Prabowo menginisiasi Kampung Haji itu salah satu inspirasinya adalah apa yang dilakukan oleh Habib Bugak," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, Kamis (21/5/2026).
Inspirasi ini berakar pada sosok Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak Asyi yang mengikrarkan wakaf di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Makkah, di mana manfaat finansialnya masih diterima jemaah Aceh hingga saat ini.
"Habib Bugak telah lebih dari 200 tahun memberikan teladan bantuan yang terus memberi manfaat bagi warga Aceh," ujarnya.
Kontribusi daerah berjuluk Serambi Makkah ini terhadap perhajian dan kemerdekaan Indonesia juga diperkuat lewat sejarah patungan emas rakyat untuk membeli Pesawat Seulawah pada Juni 1948 sebagai cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.
"Jadi Aceh juga punya sejarah panjang buat perhajian Indonesia," sebut Dahnil.
Secara geografis, kedekatan wilayah Aceh menjadikannya sebagai titik embarkasi utama sekaligus tempat transit bagi seluruh jemaah haji Nusantara sebelum berlayar menuju Tanah Suci pada masa lampau.
"Makanya Aceh disebut serambi Makkah karena terdekat itu adalah dari Aceh," ungkapnya.
Pemerintah juga mengapresiasi kecepatan proses pelunasan biaya haji oleh masyarakat Aceh yang tetap tinggi meskipun wilayah mereka baru saja tertimpa musibah.
"Kami sempat ragu pelunasan haji dari Aceh itu akan turun. Tapi ternyata salah satu pelunasan Haji yang relatif cepat itu adalah Aceh," tambahnya.
Bagi masyarakat setempat, pelaksanaan ibadah haji bukan sekadar ritual keagamaan melainkan sebuah identitas kultural yang sakral.
"Jadi sebenarnya dalam konteks haji bagi rakyat Aceh itu seperti kebanggaan, kehormatan, martabat dan penyempurnalah dalam berislam," jelasnya.