Prabowo Kenalkan Tony Robbins dan Tinjau Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Kenalkan Tony Robbins dan Tinjau Program Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan motivator internasional Tony Robbins di hadapan pengelola dan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Momen tersebut berlangsung dalam acara bertajuk Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (3/06/2026).

Seperti diberitakan oleh Suara, Kepala Negara mengajak motivator asal Amerika Serikat tersebut untuk melihat langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah. Prabowo menyatakan bahwa Tony Robbins merupakan sahabat yang mempunyai kesamaan pandangan mengenai kepemimpinan serta kepedulian sosial.

"Terima kasih. Hari ini saya memang mengundang seorang motivator, seorang tokoh, tokoh pengusaha yang sukses dari Amerika Serikat, yang sudah menjadi sahabat saya," kata Prabowo.

Tony Robbins memiliki nama lengkap Anthony J. Mahavoric yang lahir pada 29 Februari 1960 di California, Amerika Serikat. Saat ini ia dikenal sebagai pembicara motivasi, penulis buku pengembangan diri, pelatih kepemimpinan, dan pengusaha yang memiliki banyak peserta seminar dari berbagai negara.

Prabowo mengungkapkan bahwa kesuksesan tersebut dilewati melalui fase kehidupan yang sulit, di mana Robbins tumbuh dari keluarga miskin. Masa kecil Robbins yang kekurangan makanan saat perayaan Thanksgiving menjadi titik balik yang membentuk kepeduliannya terhadap isu kelaparan.

"Banyak pandangan-pandangan beliau sama dengan pandangan saya. Beliau berasal dari keluarga yang sangat miskin, dari kecil beliau menghadapi tantangan, berasal dari keluarga yang sangat miskin," ujar Prabowo.

"Tiba-tiba ada orang yang datang, mungkin mendengar dari tetangga-tetangga bahwa keluarga ini tidak punya makan," kata Prabowo.

"Dari situlah beliau berkembang sampai pada saat beliau jadi orang, beliau selalu mikir orang-orang yang tidak makan," lanjutnya.

Nama Tony Robbins mulai dikenal secara global setelah meluncurkan buku Unlimited Power pada 1986 dan Awaken the Giant Within pada 1991. Selain aktif menulis buku pengembangan diri, ia juga rutin menyelenggarakan seminar motivasi skala besar seperti Unleash the Power Within dan Business Mastery.

Pertemuan antara kedua tokoh ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan Tony Robbins terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia. Prabowo menyebut terdapat keselarasan filosofi dan nilai di antara mereka terkait pemenuhan akses pangan masyarakat.

"Saya jumpa beliau karena beliau dengar tentang program kita," ujar Prabowo.

"Jadi, di situ mungkin ada berjumpanya nilai, berjumpanya pandangan, dan berjumpanya filosofi," katanya.

Saat meninjau pelaksanaan program, Prabowo dan Tony Robbins mencicipi langsung hidangan yang disiapkan di dapur MBG milik Polri. Prabowo mengapresiasi kualitas menu makanan yang disajikan, termasuk nasi pulen dan lauk orek tempe.

"Saya akui karena ini, apa itu, dapurnya Polri yang agak baik, lah, saya, saya, saya… Kenapa kalian ketawa? Kenapa kalian ketawa? Kenapa? Ya bagus, dong, agak baik itu bagus. Daripada agak jelek," katanya.

"Ini nasinya enak. Saya akui, pulen. Enggak kalah sama restoran Jepang," ujar Prabowo yang disambut tawa peserta.

"Orek tempe, enak sekali. Hanya kurang banyak," selorohnya.

Prabowo kemudian berseloroh mengenai porsi makan dirinya dan Tony Robbins yang lebih besar dibandingkan dengan porsi siswa penerima manfaat.

"Pak Tony sama saya makan. Dia gede orangnya, kan, dia dalam hati, aduh kasihan anak Indonesia, ya," kata Prabowo yang kembali memancing tawa hadirin.

Di samping suasana santai tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan program makan bergizi ini harus diawasi secara ketat. Ia mengingatkan agar seluruh pihak menjaga integritas karena sektor pengadaan makanan sangat rawan terhadap tindakan korupsi oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah, tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum."

"Makan paling gampang dikorupsi," tegasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi