Prabowo Tekankan Kolaborasi Energi dan Pangan di KTT BIMP-EAGA

Prabowo Tekankan Kolaborasi Energi dan Pangan di KTT BIMP-EAGA

Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kolaborasi sektor ketahanan energi dan pangan antarnegara kawasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA di Cebu, Filipina, Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN untuk menghadapi berbagai dinamika tantangan global.

Penguatan kerja sama subkawasan yang meliputi Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina ini dinilai krusial untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Dilansir dari Detik Finance, Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. yang memandu jalannya forum internasional tersebut.

"KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Kepala Negara memberikan penegasan bahwa organisasi BIMP-EAGA harus terus bertransformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Hal ini mencakup fleksibilitas dalam merespons perubahan situasi dunia yang terjadi dengan cepat.

"Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita," lanjut Prabowo.

Visi BIMP-EAGA 2035 menjadi acuan utama dalam menentukan arah kebijakan negara-negara anggota. Prabowo menitikberatkan pada aspek perlindungan keselamatan jiwa dan jaminan mata pencaharian sebagai prioritas yang tidak bisa ditawar.

"Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya," ucap Prabowo.

Upaya mewujudkan ketahanan kawasan ini memerlukan implementasi konkret dari setiap kesepakatan yang telah dibuat. Pesan mengenai pentingnya solidaritas regional tersebut diharapkan menjadi kunci ketangguhan ASEAN di tengah situasi dunia yang semakin kompleks.

Artikel terkait

Rekomendasi