Prabowo Subianto Kritik Sikap Elite yang Takut Lonjakan Dollar AS

Prabowo Subianto Kritik Sikap Elite yang Takut Lonjakan Dollar AS

Sikap kelompok elite yang merasa cemas terhadap lonjakan kurs dollar AS serta ketersediaan stok bahan bakar minyak dikritik oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Rabu (20/5/2026).

Kekhawatiran yang berlebihan dari kalangan elite tersebut dinilai Prabowo dapat berdampak buruk bagi mentalitas bangsa. Sistem perekonomian Indonesia saat ini juga dipandang belum berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan kemakmuran negara.

"Tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa jaga kedaulatan kita. Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut kurs dollar, takut BBM tidak cukup, takut ini takut itu, bangsa yang takut, bangsa yang elite-nya takut," ujar Prabowo, Presiden RI.

Indonesia sebenarnya memiliki karunia kekayaan alam yang sangat berlimpah. Namun, Prabowo membeberkan realitas mengenai adanya aliran kekayaan negara yang justru mengalir ke luar negeri sejak zaman Orde Baru.

"Mungkin perbedaan kita dengan negara seperti Meksiko, India, Filipina, dan lain sebagainya adalah perbedaan sistemik. Kita harus lihat fakta, fakta kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita menjadi bangsa yang makmur," imbuh Prabowo, Presiden RI.

Kritik dari Presiden tersebut bertepatan dengan kondisi nilai tukar rupiah yang dilaporkan masih mengalami tekanan di pasar spot, dilansir dari Nasional. Mata uang Indonesia melemah sebesar 0,18 persen ke level Rp 17.738 per dollar AS pada pembukaan perdagangan perdagangan Rabu (20/5/2026) pagi.

Data perdagangan menunjukkan nilai tersebut turun dari posisi penutupan hari sebelumnya yang berada pada angka Rp 17.706 per dollar AS. Akibat penurunan ini, rupiah mencatatkan diri sebagai mata uang yang mengalami koreksi paling dalam di seluruh kawasan Asia.

Artikel terkait

Rekomendasi