Presiden Prabowo Subianto resmi merombak kepemimpinan di Badan Gizi Nasional atau BGN. Jabatan Kepala BGN kini resmi diamanahkan kepada Nanik Sudaryati Deyang, yang akrab disapa Nanik S Deyang.
Dilansir dari Suara, proses pelantikan ini berlangsung pada 2 Juni 2026. Nanik S Deyang hadir menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Dadan Hindayana.
Penunjukan ini memantik perhatian khalayak luas. Publik banyak menyoroti latar belakang Nanik S Deyang yang lebih dominan di dunia jurnalistik serta politik, bukan dari sektor kesehatan atau gizi murni.
Nanik S Deyang merupakan perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed Purwokerto angkatan 1983.
Pendidikan biologi memberikan dasar pemahaman ilmiah mengenai metabolisme, ekosistem pangan, dan kesehatan manusia. Ilmu hayati tersebut dinilai relevan dalam mendukung kebijakan berbasis data di BGN.
Setelah meraih gelar S1, Nanik S Deyang menempuh studi S2 di Magister Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada atau UGM Yogyakarta. Fokus studi ini berkaitan dengan isu lingkungan, keberlanjutan, dan manajemen sumber daya alam.
Pemahaman mengenai ekosistem dan konsep keberlanjutan ini menjadi modal penting dalam menyusun program gizi nasional. Kebijakan BGN ke depan diharapkan tidak sekadar fokus pada distribusi, tetapi juga mutu dan kontinuitas pangan lokal.
Rekam Jejak Karier dan Komunikasi Publik
Nanik S Deyang mengawali karier profesional sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit dari Kelompok Kompas Gramedia. Ia kemudian dipercaya mengisi posisi manajerial sebagai Pemimpin Umum Majalah Femme dan Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan.
Pengalaman panjang di bidang komunikasi publik ini menjadi nilai krusial saat dirinya memasuki jajaran pemerintahan. Dalam dunia politik, ia tercatat aktif menyokong Prabowo Subianto sejak Pilpres 2019 sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional.
Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang sempat mengemban tugas sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Ia juga pernah menduduki posisi Komisaris Independen PT Pertamina serta Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publikasi dan Investigasi.
Kehadiran Nanik S Deyang di pucuk pimpinan BGN diharapkan mampu membenahi citra lembaga yang sempat diterpa isu miring, termasuk kasus keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Tugas utama yang kini diemban Nanik S Deyang meliputi perbaikan tata kelola program MBG, perluasan jangkauan layanan, penanggulangan stunting, serta peningkatan mutu gizi bagi anak sekolah dan ibu hamil.