Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah orang di lingkaran dekatnya yang terindikasi melakukan penyelewengan, seperti dilansir dari Kompas.
Langkah tegas ini diambil setelah Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh melaporkan adanya dugaan penyimpangan yang melibatkan nama-nama yang dikenal dekat dengan kepala negara.
Kisah tersebut dibagikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato dalam acara peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
“Kepala BPKP datang ke saya agak gemeter, heran saya, kenapa stres dia. Karena yang dia laporkan diketahuilah bahwa beberapa orang itu dekat sama saya,” kata Prabowo.
“Jadi dia minta petunjuk, apa boleh diteruskan nggak pemeriksaan. Karena dia tahu ini dekat dengan presiden.”
Presiden Prabowo Subianto sempat mempertanyakan kendala yang dihadapi dalam laporan tersebut, sebelum akhirnya mengetahui bahwa Kepala BPKP membutuhkan arahan terkait keterlibatan orang-orang dekat kepresidenan.
Respons cepat kemudian diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menginstruksikan lembaga pengawas tersebut agar tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan.
“Teruskan pemeriksaan, tidak ada, nggak ada, mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya nggak ada urusan, terus periksa,” ujar Prabowo.
Menurut pandangan Presiden Prabowo Subianto, setiap individu yang telah dipercaya dan mengemban amanah di dalam pemerintahannya wajib menjaga tanggung jawab tersebut dengan penuh integritas.
“Justru kalau diberi kehormatan harus lebih hati-hati dan lebih dijaga, bukan diberi wewenang, kepercayaan malah merasa adigang, adigung, adiguno, merasa di atas dan merasa negara ini bodoh,” kata Prabowo.