Prabowo Subianto Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Prabowo Subianto Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang akan diselenggarakan di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026 mendatang.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengonfirmasi bahwa upacara kenegaraan tingkat pusat tersebut akan dimulai tepat pukul 10.00 WIB dengan mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".

"Bapak Presiden Republik Indonesia akan hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara. Adapun lokasi upacara akan diselenggarakan di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta," kata Yudian Wahyudi, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (29/5/2026).

Yudian menjelaskan perayaan ini merupakan momentum kebangkitan bersama dan mengimbau seluruh instansi serta masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih selama satu hari penuh pada tanggal 1 Juni 2026.

"Kita mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemuda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology yaitu nilai-nilai yang hidup dan dihayati masyarakat, serta sebagai working ideology yaitu nilai yang diterapkan dalam penyelenggaraan negara," kata Yudian.

Kepala BPIP juga mendorong publik untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai persatuan selama momen peringatan ini.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk menyemarakkan Hari Lahir Pancasila melalui media sosial dengan menyebarkan pesan persatuan, toleransi, gotong royong, serta semangat cinta tanah air. Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi tulisan di dinding atau teks dalam buku sejarah. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup," ujar Yudian.

Selain itu, Yudian mengajak elemen masyarakat menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang bermanfaat langsung bagi publik pada Minggu, 31 Mei 2026.

"Like donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran bantuan sosial, pasar murah, hingga kerja bakti pembersihan lingkungan dan rumah ibadah," ucap Yudian.

Untuk memfasilitasi publik yang tidak bisa hadir langsung karena keterbatasan kapasitas lokasi, jalannya upacara akan disiarkan secara daring melalui berbagai saluran media massa dan media sosial resmi.

"Bbagi masyarakat luas dan seluruh pegawai instansi yang telah melaksanakan upacara di daerahnya masing-masing, dapat mengikuti jalannya upacara tingkat pusat melalui siaran langsung di kanal YouTube BPIP, laman Facebook BPIP, Instagram BPIP, maupun televisi nasional," ungkap Yudian.

Pihak panitia menyiapkan sekitar 405 undangan untuk upacara kenegaraan ini, yang mencakup pejabat tinggi negara dari seluruh kementerian/lembaga, perwakilan agama, tokoh negara, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, serta seluruh mantan presiden dan wakil presiden.

"Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya, semua Presiden maupun Wakil Presiden pastinya kita undang semuanya. Nanti tepatnya di hari Sabtu besok kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir nanti akan kami sampaikan pada media semuanya ya," ujar Tonny Agung Arifianto, Sekretaris Utama BPIP di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).

Tonny memaparkan bahwa pengaturan protokol negara membatasi kehadiran fisik masyarakat di lokasi, namun BPIP memfasilitasinya melalui rangkaian kegiatan sosial sehari sebelum upacara.

"Di situ ada satu momen terkait dengan bakti sosial, ada pemeriksaan gratis, ada donor darah, kemudian ada pasar dan segala macamnya, ada pasar murah dan segala macam. Masyarakat ikut bisa terlibat di dalamnya sehingga diharapkan masyarakat juga betul-betul memiliki, memiliki rasa ikut memperingati Hari Lahir Pancasila," ujar Tonny.

Atas keterbatasan tempat di puncak acara, BPIP menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas dan mengarahkan publik untuk memantau siaran langsung.

"Sehingga mohon maaf tidak serta merta hanya kemudian ikut di acara pusat nasionalnya, di puncak nasionalnya tapi juga bisa ikut di menyaksikan secara langsung di kanal-kanal media sosial termasuk juga di televisi nasional yang dilaksanakan secara langsung," ujarnya Tonny.

Sementara itu, konfirmasi kehadiran para tokoh dan mantan pemimpin negara masih terus dihimpun oleh pihak panitia penyelenggara.

"Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya, semua presiden maupun wakil presiden pastinya kita undang semuanya. Nanti tepatnya di hari Sabtu besok kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir, nanti akan kami sampaikan pada media semuanya," ungkap Wisnu Bawa Tenaya, Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayor Jenderal TNI (Purn).

Artikel terkait

Rekomendasi