Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp10,8 miliar di setiap desa per tahun.
Target tersebut disampaikan saat dirinya meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang berpusat di Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (16/5), dilansir dari Nasional.
Pemerintah menilai integrasi program MBG dan koperasi desa menjadi stimulus langsung bagi peredaran uang di tingkat akar rumput sekaligus memangkas rantai distribusi pangan yang panjang.
“Nilai apa yang kita buat hari ini? Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG. Mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Simulasi pemerintah menunjukkan bahwa penyerapan hasil produksi lokal seperti pangan, peternakan, dan usaha makanan oleh program ini akan menghidupkan ekosistem ekonomi desa secara mandiri.
“Satu desa Rp10.800.000.000 beredar di situ. Artinya, yang tanam ikan lele bisa dijual. Yang tanam bawang merah bisa terjual. Yang bikin tempe bisa terbeli. Yang jual telur bisa. Semua produsen di desa itu hidup,” kata Presiden Prabowo Subianto.
Pengawasan ketat anggaran tetap menjadi prioritas pemerintah dalam mengawal program berskala besar ini demi mencegah terjadinya segala bentuk penyimpangan kekuasaan.
“Tapi saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapa pun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan, akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” tegas Presiden Prabowo Subianto.
Selain program pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil juga dilakukan melalui instruksi penurunan suku bunga kredit ultra mikro PNM Mekaar secara signifikan.
“Tadinya bunganya itu 24 persen, 22 saya perintahkan harus turun, di bawah 10 persen,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Langkah penurunan bunga tersebut melengkapi proyeksi jangka panjang koperasi desa sebagai pusat layanan keuangan lokal guna menyediakan akses kredit murah bagi industrialisasi rakyat.