Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Korps Bhayangkara yang dinilai memiliki peran luar biasa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, dilansir dari Nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya jagung serentak dan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri pada Sabtu (16/5/2026).
Faktor kepemimpinan di tubuh kepolisian menjadi kunci utama di balik keberhasilan kontribusi tersebut. Prabowo menilai bahwa performa baik sebuah organisasi berbanding lurus dengan kualitas kerja dari para pemimpinnya.
"Jadi saya hari ini sangat gembira diundang di tempat ini, saya melihat peran Polri luar biasa dan di sini saya kira adalah karena leadership, kepemimpinan," kata Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Setpres, Sabtu.
Keberhasilan instansi kemudian dianalogikan oleh kepala negara seperti sebuah tim sepak bola. Menurutnya, pencapaian target sebuah tim sangat ditentukan oleh peran pelatih serta kapten.
"Kalau tim kesebelasan sepak bola, kalau menang ya manajernya baik, pelatihnya baik, kapten kesebelasannya baik," ujar dia.
Di sisi lain, Prabowo menekankan pentingnya evaluasi tegas terhadap kepemimpinan yang dinilai gagal. Ia menyebut tindakan pencopotan jabatan merupakan konsekuensi logis dalam sebuah organisasi.
"Kalau enggak beres, copot. Sederhana. Ini namanya hidup," imbuhnya.
Apresiasi khusus juga diarahkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pencapaian institusinya, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) dan budi daya jagung. Inovasi pemanfaatan tongkol jagung menjadi briket arang sebagai energi alternatif menjadi salah satu hal yang menarik perhatian presiden.
"Sekarang saya dikasih tahu, Pak tenang kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung. Waduh luar biasa. Tadinya tongkol itu dibuang, sekarang bisa jadi sumber energi luar biasa," ujar Prabowo.
Prabowo turut memuji kegigihan anggota kepolisian yang tetap menelurkan karya strategis bagi negara meski kerap menerima kritikan dari publik. Langkah ini dinilai membuktikan ketangguhan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia.
"Di tengah krisis Indonesia punya putra-putri yang inovatif yang tidak mengenal menyerah, yang berani mencari ilmu," ungkapnya.