Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh rakyat Indonesia berhak menikmati hasil kekayaan nasional karena status mereka sebagai pemegang saham atas kekayaan bangsa. Penegasan tersebut disampaikan dalam pidato peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026), dilansir dari Nasional.
Konsep pemilikan bersama ini dinilai sejalan dengan semangat negara kekeluargaan yang tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945. Prabowo mengajak sektor usaha untuk bersinergi demi mewujudkan konsep kerja sama nasional tersebut.
"Kepada para pengusaha saya mengajak, ayo bersama-sama menjadi Indonesia incorporated, Indonesia incorporated sebenarnya artinya adalah negara kekeluargaan," kata Prabowo.
Kepala Negara menjabarkan bahwa seluruh elemen bangsa merupakan satu kesatuan korporasi yang utuh.
"Jadi semua bangsa ini, satu korporasi. Semua bangsa ini. Artinya seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia, semua rakyat Indonesia berhak atas kekayaan tersebut," tegas Prabowo.
Tanggung jawab untuk memperjuangkan hak masyarakat atas kekayaan negara tersebut berada di pundak para pemimpin pada setiap tingkatan. Prabowo memberikan peringatan keras kepada pejabat negara agar tidak melakukan tindakan yang merugikan kepentingan publik.
"Bukan sebaliknya, bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia saudara-saudara sekalian," pesan Prabowo.
Selain membahas hak kekayaan bangsa, mantan Danjen Kopassus tersebut mengklarifikasi pandangannya mengenai sistem ekonomi global. Ia menepis anggapan yang menyebut dirinya menolak mekanisme pasar bebas.
"Saya tidak anti mekanisme pasar bebas, hanya saya mengerti bahwa pasar bebas bisa diselewengkan," kata Prabowo.
Ketimpangan kompetisi menjadi sorotan utama karena kelompok masyarakat miskin dinilai tidak akan mampu menghadapi dominasi pemilik modal besar tanpa adanya intervensi negara.
"Orang miskin disuruh bersaing sama mereka pemodal yang sangat besar, suruh bersaing ya enggak bisa, enggak mungkin itu," ujar Prabowo.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan langkah keberpihakan atau affirmative action guna melindungi masyarakat kecil. Upaya penegakan keadilan ini disimbolkan melalui kehadiran museum pejuang buruh di Nganjuk.
"Jadi kita terbuka. Ayo sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah ibu Marsinah. Dan akhirnya kita dapat sedikit-sedikit langkah kecil untuk menegakkan keadilan," pungkas Prabowo.