Sistem pertahanan nasional mendapatkan penguatan melalui penyerahan enam unit jet tempur Rafale serta sejumlah alat utama sistem senjata modern kepada Tentara Nasional Indonesia oleh Prabowo Subianto, sebagaimana dilansir dari Nasional pada Senin (18/4/2026).
Langkah strategis pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) baru tersebut dinilai oleh Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh sebagai respons tepat dalam menghadapi dinamika geopolitik global saat ini.
"Penyerahan jet tempur Rafale dan berbagai alutsista modern lainnya akan semakin memperkuat pertahanan Indonesia. Penambahan alutsista ini sangat penting, terlebih dalam situasi geopolitik dunia yang tidak menentu seperti saat ini," kata Oleh dalam keterangannya, Senin (18/4/2026).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menjelaskan bahwa modernisasi kekuatan militer ini membawa pengaruh besar bagi kesiapsiagaan Indonesia. Kedaulatan negara di wilayah udara, laut, maupun darat dipastikan akan terjaga lebih optimal seiring peningkatan kemampuan pertahanan ini.
"Ancaman bisa datang kapan saja dan dari mana saja. Karena itu, Indonesia harus selalu siap menghadapi segala bentuk ancaman," tegas Oleh Soleh.
Selain enam jet tempur Rafale, alutsista lain yang turut diserahkan meliputi satu unit pesawat Airbus A400M Atlas MRTT dan empat unit pesawat Dassault Falcon 8X. Pertahanan udara Indonesia juga diperkuat dengan Radar GCI GM403, serta sistem persenjataan modern berupa rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer.