Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melarang kapal asing mengambil sumber daya ikan di perairan Indonesia demi menyejahterakan nelayan lokal. Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu (9/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.
Kepala Negara menekankan bahwa kekayaan laut Indonesia sepenuhnya harus dikelola dan dimanfaatkan oleh rakyat sendiri. Sebagai langkah nyata, pemerintah memproyeksikan pengadaan ribuan armada kapal penangkap ikan yang akan didistribusikan secara bertahap kepada kelompok nelayan di seluruh wilayah tanah air.
"Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil," ujar Prabowo, Presiden RI.
Rencana pembangunan armada ini akan dimulai pada tahun anggaran berjalan dengan target mencapai lebih dari seribu unit. Mekanisme pendistribusiannya akan diarahkan melalui pembentukan koperasi nelayan guna memastikan pengelolaan bantuan yang lebih terorganisir dan tepat sasaran bagi keluarga nelayan.
"Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan, nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi, nanti akan diatur apakah 30 nelayan 1 koperasi, atau 30, nanti kita beri kapal, kapal ada yang kecil, ada yang menengah dan ada kapal-kapal besar," sambung Prabowo, Presiden RI.
Selain bantuan alat tangkap, Prabowo menyoroti pentingnya penguatan posisi nelayan yang dianggap memiliki jasa besar bagi negara. Program pengembangan infrastruktur pesisir juga terus digenjot, termasuk peresmian ribuan titik pemukiman nelayan yang terintegrasi di berbagai daerah.
"Dan tahun depan, kita akan bangun lagi, berapa tahun depan? 1.000. Dan seterusnya tiap tahun 1.000, 1.000, 1.000. Kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan ya," ucap Prabowo, Presiden RI.
Prabowo mengakui bahwa upaya untuk menyejahterakan seluruh desa nelayan merupakan tantangan yang sangat besar bagi pemerintah. Kendati mendapatkan berbagai kritik, ia menyatakan tetap teguh pada visinya untuk mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.
"Saya sering diejek, 'Prabowo ini ini', 'Prabowo itu itu'. Tapi, saya tidak ragu-ragu untuk rakyat kita tidak ragu-ragu," ujar Prabowo, Presiden RI.
Presiden meyakini kebijakan perlindungan laut dan bantuan armada kapal ini merupakan jalur yang tepat untuk mencapai kemakmuran nasional. Ia berharap peningkatan fasilitas penangkapan ikan ini secara langsung berdampak pada stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput.
"Saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik," imbuh Prabowo, Presiden RI.