Presiden Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Gorontalo, pada Sabtu (9/5/2025) untuk memperkuat sektor kelautan nasional. Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan kesiapan fasilitas perikanan dari hulu hingga hilir guna mendukung penghasilan nelayan lokal setelah menghadiri KTT Ke-48 ASEAN.
Dilansir dari Nasional, Kepala Negara melakukan pengecekan langsung pada pabrik es portabel, cold storage, serta dermaga pendaratan ikan. Fasilitas ini didesain sebagai bagian dari konsep ekonomi laut biru untuk memberdayakan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung protein masyarakat namun sering kurang mendapat perhatian.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan sarana operasional yang memadai bagi warga pesisir. Ia menargetkan pengadaan ribuan unit kapal baru agar potensi laut Indonesia tidak lagi dieksploitasi oleh pihak asing.
"Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil," ujar Prabowo, Presiden RI.
Pemerintah berencana memulai proses pembuatan ribuan kapal tersebut pada tahun ini. Nantinya, distribusi bantuan akan dilakukan melalui skema koperasi agar pengelolaan aset lebih terorganisir dan efisien bagi kelompok nelayan di daerah.
"Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi," ujar Prabowo, Presiden RI.
Skema pembagian bantuan ini akan mencakup berbagai ukuran armada, mulai dari kapal kecil hingga kapal besar. Penyesuaian kapasitas dilakukan berdasarkan kebutuhan kelompok nelayan yang akan diatur dalam manajemen koperasi tersebut.
"Nanti akan diatur apakah 30 nelayan 1 koperasi, atau 30, nanti kita beri kapal, kapal ada yang kecil, ada yang menengah dan ada kapal-kapal besar," sambung Prabowo, Presiden RI.
Selain bantuan armada, pemerintah mencanangkan pembangunan massal Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia. Target pembangunan ditetapkan sebanyak 1.386 lokasi pada tahun ini dan akan terus ditambah secara bertahap setiap tahunnya.
"Tiap tahun 1.000, 1.000, 1.000. Kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan, ya," ucap Prabowo, Presiden RI.
Presiden juga menyempatkan diri berdialog dengan para nelayan di Dermaga Kampung Olalo untuk mendengar kendala teknis di lapangan. Nelayan menyampaikan aspirasi terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan operasional awak kapal.
"(Presiden) Tanya kalau berapa anggota kapal. Dia (Presiden) tanya bahan minyak, jauh atau enggak," beber Acon Karim, Nelayan.
Prabowo mengakhiri dialog dengan menekankan bahwa pemerintah pusat kini menaruh perhatian besar pada nasib masyarakat pesisir dan petani. Langkah ini diambil karena risiko tinggi yang dihadapi nelayan dalam mencari nafkah di laut lepas.
"Para nelayan sering dilupakan orang-orang pintar di Jakarta, tidak peduli dengan nasibnya sekarang, berubah sekarang. Pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia," ujar Prabowo, Presiden RI.