Presiden Prabowo Subianto Desak Bangsa Indonesia Belajar dari Sejarah

Presiden Prabowo Subianto Desak Bangsa Indonesia Belajar dari Sejarah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya bangsa Indonesia mengambil pelajaran dari sejarah masa lalu agar tidak mengulangi masa kelam yang sama dalam rapat paripurna di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dilansir dari Nasional saat kepala negara menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.

"Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah, akan dihukum oleh sejarah, akan mengulangi sejarah kelam yang sama, yang dialami oleh nenek moyang mereka," ujar Prabowo dalam pidatona.

Prabowo menilai bahwa fenomena tersebut merepresentasikan kondisi nyata yang kerap dihadapi oleh berbagai negara di dunia.

"Ini adagium yang terjadi di banyak negara," sambung Prabowo.

Menurut Prabowo, para pendiri bangsa terdahulu sangat memahami bahwa perpecahan dan kelemahan para pemimpin akan membuka celah bagi kekuatan asing untuk mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia.

Ia mencontohkan negara Belanda yang mampu mencatatkan produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia selama 400 tahun akibat menjajah Indonesia.

"Negara yang mungkin dari utara ke selatan mungkin tidak sampai delapan jam naik kendaraan. Dari laut sampai ke perbatasan mereka mungkin tidak sampai empat jam naik kendaraan. Bisa memiliki PDB tertinggi di dunia," ujar Prabowo.

Sebagai langkah antisipasi, para pendiri bangsa telah merancang Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai cetak biru perekonomian nasional.

"Pasal 33 dengan jelas menjabarkan sistem perekonomian yang harus kita jalankan sebagai bangsa. Dan saya ingin tegaskan hari ini, keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasal 33 UUD 1945, kita jalankan dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia," tegas Prabowo.

Implementasi hukum tersebut diyakini dapat membawa ketahanan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Menjadi negara yang makmur, yang adil, di mana rakyatnya menikmati kesejahteraan dan kualitas hidup yang layak," sambung Prabowo.

Artikel terkait

Rekomendasi