Presiden Prabowo Subianto membawa kendaraan taktis Maung MV3 Garuda Limousine buatan dalam negeri sebagai mobil operasional dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Penggunaan kendaraan produksi PT Pindad ini menjadi representasi kekuatan industri pertahanan nasional di kancah internasional pada Minggu (10/5/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan mengenai alasan pemilihan unit tersebut sebagai sarana mobilitas utama kepala negara di luar negeri. Dilansir dari Nasional, kendaraan ini dianggap memiliki nilai simbolis yang merepresentasikan kemandirian bangsa Indonesia dalam sektor manufaktur strategis.
"Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia," kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Teddy menekankan bahwa kehadiran rantis ini sekaligus menjalankan fungsi diplomasi untuk menunjukkan hasil karya anak bangsa kepada para pemimpin di kawasan Asia Tenggara. Upaya tersebut menegaskan bahwa kualitas industri pertahanan lokal mampu bersaing dan diandalkan dalam agenda kenegaraan yang krusial.
"Maung menjadi sebuah simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia," ujarnya Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Logistik pengiriman Maung MV3 Garuda Limousine dilakukan dengan dukungan alat utama sistem persenjataan TNI Angkatan Udara. Berdasarkan informasi dari Sekretariat Presiden, mobil kepresidenan tersebut diangkut menggunakan pesawat Airbus A400M dan telah tiba di Cebu lebih awal pada 4 Mei 2026.
Maung MV3 Garuda Limousine sendiri merupakan pengembangan terbaru dari platform MV3 yang dikustomisasi khusus untuk standar keamanan dan kenyamanan pimpinan tertinggi negara. Kendaraan ini dirancang dengan performa tinggi guna memastikan kelancaran aktivitas Presiden selama berada di Filipina.
Setelah seluruh rangkaian pertemuan tingkat tinggi selesai, rantis tersebut kembali dipulangkan ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara yang sama. Kepulangan unit Maung ini menandai selesainya misi diplomasi produk industri pertahanan nasional dalam ajang tahunan negara-negara Asia Tenggara tersebut.