Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Paris, Prancis, dengan menumpangi mobil mewah Mercedes-Maybach berkelir putih yang disematkan bendera Merah Putih. Kedatangan Kepala Negara di Bandara Orly, Paris, disambut langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou serta regu jajar kehormatan.
Kunjungan ini dilakukan setelah undangan resmi dijadwalkan sejak tahun lalu. Hubungan bilateral kedua negara diharapkan semakin kuat melalui pertemuan strategis ini.
"Ketibaan ini menandai dimulainya rangkaian state visit (kunjungan resmi kenegaraan) Presiden Prabowo di Prancis, yang undangannya telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya.
Penggunaan Mercedes-Maybach oleh Prabowo dalam kunjungan luar negeri bukan yang pertama kali dilakukan. Dilansir dari Detik Oto, kendaraan ultramewah di bawah naungan Mercedes-Benz tersebut hampir selalu mendampingi perjalanan internasional Presiden, kecuali saat KTT ASEAN di Cebu, Filipina, ketika ia membawa Maung MV3 Garuda Limousine produksi Pindad.
Spesifikasi Mercedes-Maybach S-Class melibatkan pembuatan detail oleh lebih dari 400 pekerja dengan ciri khas grille radiator garis vertikal krom dan sirip krom pada kap mesin. Seri flagship ini menawarkan fitur kustomisasi penuh dari eksterior hingga interior sesuai keinginan pemiliknya.
Dapur pacu kendaraan mewah ini dibekali mesin V8 empat liter yang menghasilkan tenaga 503 hp dan torsi 700 Nm. Kecepatan tertingginya mencapai 250 km/jam dengan akselerasi nol hingga 100 km/jam dalam waktu 4,8 detik. Di Indonesia, tipe Mercedes-Maybach S 580 4Matic+ dijual seharga Rp 8,28 miliar off the road.
Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis dinilai memiliki peran penting yang saling melengkapi dalam konstelasi global saat ini.
"Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis," kata Seskab Teddy.