Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa posisi tawar Indonesia di kancah internasional kini semakin diperhitungkan dan dihormati oleh negara-negara lain. Penegasan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di Gedung DPR pada Rabu (20/5), sebagaimana dilansir dari Nasional.
Peningkatan posisi global ini dirasakan langsung oleh Kepala Negara saat melakukan kunjungan resmi ke luar negeri. Berdasarkan data pemerintah, penguatan posisi tawar tersebut terjadi karena peningkatan kapasitas ekonomi nasional yang signifikan.
Kapasitas produksi dalam negeri yang kuat memicu sejumlah negara asing untuk mengajukan permohonan bantuan kepada Indonesia. Permintaan dukungan tersebut utamanya berfokus pada sektor ketahanan pangan dan penyediaan pupuk.
“Kalau ke luar negeri sebagai Presiden Indonesia saya sangat dihormati sekarang. Sangat dihormati,” ujar Prabowo.
Peningkatan kepercayaan global tersebut tercermin dari adanya surplus produksi domestik. Kelebihan pasokan pada komoditas strategis nasional membuat Indonesia kini mampu mengambil peran penting dalam membantu pemenuhan kebutuhan di negara-negara lain.
“Bahkan mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita karena produksi pupuk kita lebih,” kata Prabowo.
Beberapa negara yang tercatat mengajukan permohonan bantuan komoditas kepada Indonesia mencakup wilayah Asia hingga Amerika Selatan. Negara-negara tersebut meliputi Australia, India, Brasil, dan Filipina.
“Kita diminta bantuan oleh Australia, kita berikan. India, Brasil, Filipina,” lanjut Prabowo.
Kondisi ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa Indonesia memiliki kapasitas ekonomi yang tangguh, bahkan melampaui beberapa negara yang secara ekonomi lebih maju. Kendati demikian, Kepala Negara memberikan catatan khusus agar situasi ini disikapi secara bijak melalui perbaikan internal.
“Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri,” pungkas Prabowo.
Pemerintah kini diinstruksikan untuk tetap fokus menyelesaikan berbagai hambatan struktural serta memberantas segala bentuk penyelewengan di dalam negeri.