Prabowo Subianto Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk

Prabowo Subianto Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) pagi. Fasilitas ini didirikan sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi serta perjuangan aktivis buruh tersebut dalam membela hak-hak pekerja di Indonesia.

Acara peresmian tersebut ditandai dengan pembacaan pernyataan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto sekaligus penandatanganan prasasti secara langsung. Berdasarkan laporan dari Detik Travel, agenda ini dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, tokoh serikat pekerja, serta warga setempat.

Saat menandatangani prasasti, Presiden Prabowo Subianto turut didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pihak keluarga almarhumah Marsinah. Selain itu, hadir pula Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea di lokasi peresmian.

Gedung ini baru akan dibuka untuk masyarakat umum setelah lewat tujuh hari pasca-acara peresmian selesai dilakukan. Ketika resmi beroperasi nanti, pihak pengelola menetapkan jam kunjungan bagi para pengunjung mulai pukul 10.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Manajemen operasional dari seluruh fasilitas ini selanjutnya diserahkan di bawah pengawasan serta tata kelola sebuah organisasi yayasan buruh. Langkah tersebut diambil guna memastikan pemeliharaan bangunan dapat berjalan secara teratur dan berkelanjutan.

"Museum ini akan diurus oleh Yayasan KSPSI, yang saya sudah ditugaskan Pak Ahmad Fauzi, Ketua DPD SPSI Jawa Timur, untuk membentuk kepengurusan museum agar bisa teratur," kata Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Area dalam bangunan menyajikan rekaman perjalanan hidup Marsinah sejak masa kecil hingga penobatannya sebagai pahlawan nasional. Ragam diorama ditata berurutan menampilkan aksi demonstrasi buruh era 1990-an dan visualisasi perayaan May Day 2025.

Pihak pengelola juga menyediakan akomodasi khusus tanpa biaya di area belakang bagi para peziarah yang datang dari luar daerah. Penggunaan fasilitas rumah singgah gratis ini dibatasi demi menghindari penyalahgunaan fungsi bangunan.

"Ini ada rumah singgah di belakang (museum), yang kami buat untuk para peziarah yang tidak mendapatkan penginapan, dan ini digratiskan. Hanya maksimal satu malam, karena takutnya jadi tempat tinggal," kata Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Artikel terkait

Rekomendasi