Prabowo Subianto Soroti Mental Rendah Diri Kalangan Elite Indonesia

Prabowo Subianto Soroti Mental Rendah Diri Kalangan Elite Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mengkritik keras sikap sejumlah pejabat dan tokoh nasional yang dinilai memiliki mental rendah diri terhadap bangsa asing saat meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih, sebagaimana dilansir dari Nasional.

Kecenderungan untuk meremehkan kemampuan dalam negeri tersebut dinilai menghambat rasa percaya diri bangsa, meskipun Indonesia telah menunjukkan berbagai pencapaian besar dalam sektor domestik.

"Kita terlalu lama, pemimpin-pemimpin kita, pejabat-pejabat kita, tokoh-tokoh kita, bahkan pakar-pakar kita, profesor-profesor kita, orang-orang penting kita, intelektual-intelektual kita, pengusaha-pengusaha kita, terlalu lama menghidap semacam rasa rendah diri," kata Prabowo Subianto.

Kepala negara juga menyoroti adanya pandangan negatif dari sebagian pihak di dalam negeri yang terkesan enggan mengapresiasi karya dan prestasi yang diraih oleh masyarakat sendiri.

"Kalau lihat semua yang berbau atau berasal dari luar, asing dan sebagainya, kita condong kita kagum. Condong kita lebih segan. Semua yang dari bangsa sendiri kita condong untuk tidak percaya," jelas Prabowo Subianto.

Sikap pesimistis dari kalangan internal ini dipandang berdampak langsung pada bagaimana negara-negara lain memandang dan menghargai posisi Indonesia di kancah internasional.

"Kita berprestasi, kita dihina," sambung Prabowo Subianto.

Menurutnya, mentalitas kolektif yang kurang menghargai potensi lokal ini membuat Indonesia rentan dipandang sebagai entitas yang kurang diperhitungkan di mata dunia.

"Memang bangsa Indonesia sudah terlalu lama bangsa kita dianggap remeh oleh bangsa-bangsa lain. Kita dianggap bangsa yang lemah, the soft state. Kita lemah," ucap Prabowo Subianto.

Sebagai bentuk pembuktian atas kemampuan domestik, ia mengangkat keberhasilan pemenuhan kebutuhan pangan bagi ratusan juta jiwa penduduk sebagai contoh nyata kerja keras yang masif.

"Kita swasembada pangan, perjuangan yang tidak ringan. Kita negara ratusan juta, 287 juta bangsa rakyat kita. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan," kata Prabowo Subianto.

Selain membahas ketahanan pangan, jalannya peresmian 1.061 Koperasi Desa Merah Putih turut dipuji karena dapat direalisasikan dalam kurun waktu yang relatif singkat sejak mulai dibangun pada November 2024.

"Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi," kata Prabowo Subianto.

Secara infrastruktur, kesiapan fisik jaringan koperasi ini dikabarkan telah mencakup ribuan unit yang tersebar di wilayah Indonesia berdasarkan laporan dari kementerian terkait.

"Tadi dilaporkan oleh Menko Pangan secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000. 9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem," ujar Prabowo Subianto.

Ia pun menegaskan kembali bahwa rampungnya fasilitas-fasilitas pendukung ini merupakan sebuah langkah maju yang patut dibanggakan oleh segenap komponen masyarakat.

"Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia," kata Prabowo Subianto.

Sebelum menghadiri acara peresmian tersebut, rangkaian kegiatan dimulai dengan peninjauan langsung ke gerai koperasi yang terletak di Desa Nganjuk, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, ia memantau etalase barang pokok serta berdialog dengan para menteri pendamping mengenai potensi persaingan usaha dengan jaringan ritel modern yang sudah ada.

"Nanti enggak dianggap bersaing dengan Alfamart," ujar Prabowo Subianto.

Kunjungan kerja kemudian ditutup dengan pengecekan area gudang logistik serta armada kendaraan operasional yang disiapkan untuk menunjang kelancaran distribusi barang ke masyarakat desa.

Artikel terkait

Rekomendasi