Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk memikul tanggung jawab penuh jika ada masyarakat yang mengalami kelaparan di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
Kepala Negara menegaskan posisi dirinya sebagai pemimpin tertinggi yang telah mengambil sumpah jabatan untuk menjamin kesejahteraan rakyat. Pernyataan ini sekaligus memperjelas bahwa segala persoalan pemenuhan kebutuhan pangan nasional berada di bawah tanggung jawab langsung presiden.
"Saya yang disumpah, saya yang bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar, saya yang tanggung jawab, tidak akan ada orang lain yang akan dihujat, tidak akan ada orang lain yang diminta pertanggungjawaban. Saya yang bertanggung jawab," ujar Prabowo Subianto dalam sambutannya.
Terkait pemenuhan target pangan, Prabowo Subianto menceritakan instruksi khusus yang diberikan kepada jajaran kementerian terkait guna mempercepat pencapaian kemandirian pangan nasional. Hasil kerja jajaran tersebut dinilai melampaui target waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada dalam 4 tahun, mereka bisa hasilkan dalam satu tahun saudara-saudara sekalian," kata Prabowo Subianto.
Apresiasi besar kemudian diberikan oleh Kepala Negara atas capaian performa menteri yang membidangi sektor pertanian tersebut. Prabowo Subianto mengaku bersyukur atas kerja sama yang terjalin setelah melalui proses pengenalan yang singkat.
"Saya terima kasih, saya tidak tahu bagaimana saya bisa ketemu seorang kayak Andi Amran Sulaiman. Saya tidak pernah kenal beliau kebetulan saya ketemu, saya tanya dua tiga pertanyaan kebetulan, 'ah ini ini orang oke ini pemikirannya'," ujar Prabowo Subianto dilansir dari news.detik.com.