Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru pada Rabu (3/6/2026). Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan respons positif terhadap pergantian kepemimpinan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Pengangkatan ini dinilai menjadi momentum krusial bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak secara nasional.
Amanah jabatan di pemerintahan ini diberikan dengan landasan utama berupa kompetensi, integritas, dedikasi, serta kemampuan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberhasilan Program MBG juga sangat ditentukan oleh kemampuan memahami kebutuhan dan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.
"Penunjukan Ibu Nanik juga mencerminkan komitmen Presiden untuk memberikan kesempatan yang setara kepada perempuan Indonesia dalam memimpin program strategis nasional," kata Meutya Hafid, Rabu (3/6/2026).
Penunjukan Nanik dipastikan telah melalui pertimbangan matang yang memperhatikan rekam jejak, pengalaman, serta keterlibatannya dalam koordinasi program sejak awal. Dalam menjalankan tugas baru ini, Nanik akan didampingi oleh Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono yang diangkat sebagai Wakil Kepala BGN.
"Karena itu, program MBG diharapkan terus mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," ucap Meutya Hafid.
Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pelaksanaan program agar manfaatnya tersebar merata dan lebih cepat. Faktor kepemimpinan yang memahami tantangan lapangan serta koordinasi lintas sektor yang kuat menjadi kunci utama memasuki fase percepatan berikutnya.
"Presiden menilai kepemimpinan yang memahami tantangan lapangan dan memiliki kemampuan koordinasi lintas sektor yang kuat sangat penting untuk memasuki fase percepatan berikutnya," imbuh Meutya Hafid.
Pemerintah berkomitmen memastikan Program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran demi meningkatkan kesehatan keluarga dan kualitas sumber daya manusia. Program ini dirancang sebagai pilar utama dalam mempersiapkan generasi masa depan menuju visi Indonesia Emas 2045.
"Dengan semangat percepatan dan penguatan pelaksanaan, program ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," tutup Meutya Hafid.