Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Jakarta pada Selasa (2/6/2026). Perombakan ini dilakukan guna menyegarkan roda kepemimpinan dalam pelaksanaan program perbaikan gizi di Indonesia.
Dilansir dari kabar24.bisnis.com, struktur pimpinan lembaga tersebut mengalami penyegaran setelah Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakil kepala sebelumnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, diganti oleh pemerintah. Agustina dan Trenggono kini bertugas mendampingi Kepala BGN Nanik S. Deyang.
Langkah penataan ulang organisasi ini diambil oleh pemerintah setelah melewati proses evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BGN. Evaluasi performa lembaga tersebut telah berjalan selama hampir satu setengah tahun terakhir.
Agustina Arumsari terpilih dengan modal rekam jejak kuat di sektor pengawasan, manajemen risiko, investigasi, dan audit. Birokrat lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini sebelumnya telah dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 19 Februari 2025.
Karier Agustina di BPKP mencakup posisi strategis seperti Direktur Investigasi BUMN dan BUMD pada 2017 serta Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada 2020. Ia juga memegang berbagai sertifikasi profesi termasuk Certified Fraud Examiner (CFE) dan Magister Hukum dari Universitas Indonesia.
Sementara itu, Mayjen TNI Trenggono yang menduduki posisi wakil kepala lainnya merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer 1993 dari kecabangan Infanteri Kopassus. Saat ini, ia juga aktif mengemban amanat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Trenggono tercatat memiliki pengalaman kepemimpinan yang luas di militer, termasuk menjabat Direktur Umum Akademi Militer pada 2023 hingga 2024. Ia kemudian menjadi Direktur Pengkajian dan Pengembangan Seskoad serta Staf Khusus Panglima TNI pada 2025.
Pengalaman Trenggono di sektor pangan dan pengembangan organisasi menjadi modal penting dalam mengawal agenda lembaga. Penunjukan ini diproyeksikan untuk memperkuat tata kelola serta menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahan saat ini.