Presiden RI Prabowo Subianto melakukan ziarah ke makam aktivis buruh Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan penghormatan ini dilaksanakan setelah kepala negara meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, sebagaimana dilansir dari Nasional.
Keterangan dari Sekretariat Presiden pada Minggu (17/5/2026) menyatakan bahwa prosesi ziarah berlangsung secara khidmat. Langkah ini diambil pemerintah sebagai wujud penghargaan negara terhadap perjuangan tokoh buruh perempuan tersebut.
Lokasi pusara Marsinah berada dalam jarak sekitar 1 kilometer dari kompleks museum yang baru diresmikan. Setibanya di area pemakaman, Prabowo Subianto langsung berjalan menuju makam, menaburkan bunga, serta memanjatkan doa.
Sejumlah pejabat mendampingi Presiden dalam agenda tersebut, termasuk Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga turut serta dalam rombongan ziarah.
Saat memberikan sambutan dalam peresmian museum, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa usulan penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional murni berasal dari aspirasi para pekerja. Seluruh organisasi buruh di Indonesia sepakat mengajukan satu nama tersebut demi mewakili sejarah perjuangan kaum pekerja.
"Mereka satu suara, semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional. Dan saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional," jelas Prabowo, Presiden RI.
Penetapan ini diakui menjadi kehormatan tersendiri bagi kepala negara. Momentum ziarah tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga memori kolektif atas keberanian figur buruh perempuan yang terus hidup di kalangan pekerja.