Sjafrie Sjamsoeddin Sebut Prajurit TNI Batalyon Teritorial Bisa Jadi Imam Masjid

Sjafrie Sjamsoeddin Sebut Prajurit TNI Batalyon Teritorial Bisa Jadi Imam Masjid

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa prajurit TNI yang tergabung dalam batalyon teritorial pembangunan di setiap kabupaten memiliki kemampuan untuk menjadi imam serta khatib di masjid-masjid. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, pada Selasa (19/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.

Langkah ini direncanakan sebagai bagian dari upaya penguatan terhadap lingkungan sosial di wilayah tempat para prajurit tersebut ditugaskan. Menurut penjelasan Sjafrie, setiap satu batalyon teritorial terdiri atas 1.190 prajurit TNI yang direkrut dari berbagai macam latar belakang keagamaan.

Komposisi personel di dalam satuan tersebut mencakup prajurit yang memiliki latar belakang pendidikan dari pondok pesantren hingga individu yang memahami peran sebagai rohaniawan nonmuslim.

"Kemudian penguatan terhadap lingkungan sosial. Di kabupaten, di kampung-kampung, ada masjid, ada gereja, sedikit sekali pura. Tapi prajurit kita yang satu batalyon itu 1190 orang, itu terdiri dari mereka-mereka yang ada yang dari pesantren, dan ada yang mengerti bagaimana rohaniawan non muslim," ujar Sjafrie, Menteri Pertahanan.

Kehadiran para prajurit tersebut diharapkan mampu membaur dan membersamai kegiatan ibadah masyarakat di tempat ibadah seperti gereja maupun masjid setempat.

"Itu masuk ke gereja bersama-sama dengan masyarakat. Bersama-sama dengan masyarakat ada di masjid. Dia bisa jadi khatib, dia bisa jadi imam di masjid. Inilah yang membuat penguatan terhadap lingkungan sosial. Jadi merasa masyarakat merasa agak hangat dengan keberadaan batalyon teritorial ini," jelas Sjafrie, Menteri Pertahanan.

Selain fokus pada penguatan sosial keagamaan di daerah penugasan, prajurit TNI tersebut juga akan dilibatkan dalam sektor pendidikan formal. Personel batalyon teritorial dipersiapkan untuk membantu mengajar anak-anak sekolah secara langsung di lapangan demi meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Artikel terkait

Rekomendasi