Pramono Anung Targetkan MRT Timur Barat Beroperasi Tahun 2030

Pramono Anung Targetkan MRT Timur Barat Beroperasi Tahun 2030

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan operasional MRT Jakarta lintas Timur-Barat fase 1 dapat dinikmati masyarakat pada 2030. Proyek transportasi massal ini akan menghubungkan wilayah Tomang di Jakarta Barat hingga kawasan Medan Satria di Bekasi pada hari Selasa (12/5/2026).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah memprioritaskan penyelesaian tahap awal proyek tersebut. Berdasarkan laporan dari Megapolitan, progres pembangunan masih berfokus pada persiapan teknis di lapangan guna memastikan jadwal konstruksi tetap terjaga.

“Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang melanjutkan progres untuk MRT Timur-Barat. Di beberapa segmen sedang pembebasan lahan, penetapan trase, penentuan titik-titik dan sebagainya,” ujar Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Pramono menegaskan pentingnya kelancaran proses pembebasan lahan agar target waktu yang telah ditetapkan tidak meleset dari rencana semula. Proyek yang dikenal sebagai Fase 3 ini diharapkan menjadi solusi baru bagi mobilitas warga dari arah barat ke timur Jakarta.

“Mudah-mudahan kalau ini berjalan lancar segmen pertama mudah-mudahan di tahun 2030 bisa kita nikmati untuk Barat-Timur,” kata Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Lintasan MRT Timur-Barat secara keseluruhan direncanakan membentang sepanjang 84 kilometer, mulai dari Cikarang, Jawa Barat, hingga Balaraja, Banten. Pembangunan fase 1 yang melintasi wilayah Jakarta dibagi menjadi dua tahap, yakni ruas Tomang-Medan Satria sepanjang 24,5 kilometer dan Kembangan-Tomang sepanjang 9 kilometer.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina, menjelaskan bahwa tahap awal pengerjaan akan difokuskan sepenuhnya di area dalam kota Jakarta. Jalur ini nantinya akan terintegrasi dengan depo di Rorotan melalui tambahan lintasan sepanjang 5,7 kilometer.

“Yang area pertama yang akan dibangun adalah kita sebut phase 1, stage 1, ini di dalam wilayah Jakarta, itu ruasnya dari Tomang sampai dengan Medan Satria,” ujar Weni Maulina, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta.

Pihak manajemen memastikan bahwa proyek ini telah melewati proses penjajakan pasar sejak akhir tahun lalu. Pada tahun 2026 ini, proyek MRT Timur-Barat dijadwalkan memasuki proses lelang atau tender untuk menentukan mitra kontraktor pelaksana.

Kawasan yang akan dilewati jalur ini meliputi belasan titik strategis seperti Grogol, Roxy, Thamrin, Senen, hingga Pulo Gebang. Konstruksi rute ini akan mengombinasikan dua model struktur bangunan, yaitu jalur layang (elevated) dan jalur bawah tanah (underground).

Daftar Kawasan Rute MRT Timur-Barat Fase 1 Stage 1
Model KonstruksiWilayah Lintasan
Jalur Layang (Elevated)Tomang, Grogol, Cempaka Baru, Sumur Batu, Pakulonan Barat, Perintis, Pulo Gadung, Penggilingan, Cakung Barat, Pulo Gebang, Ujung Menteng, Medan Satria
Jalur Bawah Tanah (Underground)Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kebon Sirih, Kwitang, Senen, Galur

Target pembangunan rute baru ini akan dilakukan secara paralel dengan penyelesaian MRT Fase 2A. Langkah tersebut diambil guna mempercepat perluasan jaringan transportasi publik yang terintegrasi di seluruh wilayah Jakarta dan daerah penyangga di sekitarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi