Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau NCM memprediksi cuaca panas ekstrem berkisar antara 42 hingga 47 derajat Celsius serta angin kencang yang memicu debu dan pasir akan melanda wilayah Makkah dan tempat suci Armuzna sepanjang pelaksanaan puncak ibadah haji tahun 1447 H atau 2026 M.
Dilansir dari laporan Gulf News, suhu udara pada fase awal dari 1 Dzulhijah hingga Hari Tarwiyah pada 8 Dzulhijah diperkirakan berada di angka 44 sampai 47 derajat Celsius pada siang hari dengan kelembapan udara 10 hingga 40 persen. Pergerakan angin permukaan dari barat daya ke barat laut dilaporkan bertiup dengan kecepatan 15 hingga 40 kilometer per jam.
"Tingkat kelembaban diperkirakan berkisar antara 10 persen hingga 40 persen, sementara angin barat daya hingga barat laut diperkirakan bertiup dengan kecepatan antara 15 dan 40 km/jam," demikian bunyi laporan Gulf News yang dikutip, Selasa (19/5/2026).
NCM juga mendeteksi adanya potensi pertumbuhan awan thunderstorm di dataran tinggi Taif yang dapat merembet ke kawasan Armuzna, sehingga berisiko melahirkan angin turun yang memicu sebaran debu dan badai pasir secara tiba-tiba. Guna mengantisipasi kondisi ini, Kepala Eksekutif NCM Ayman Ghulam memastikan kesiapan sistem pemantauan cuaca terintegrasi yang didukung radar cuaca, citra satelit, serta puluhan stasiun observasi otomatis dan mobile.
Selain itu, NCM meluncurkan Media Production and Digital Communication Center untuk menyebarkan informasi cuaca dan keselamatan dalam berbagai bahasa melalui 15 platform media berbasis kecerdasan buatan atau AI. Pada periode Hari Arafah 9 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah, suhu udara diproyeksikan sedikit bergeser ke kisaran 42 hingga 44 derajat Celsius, namun tingkat kelembapan akan meningkat hingga mencapai 55 persen.
Sementara itu, dari otoritas dalam negeri, jemaah haji asal Indonesia diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan demi mengantisipasi dampak buruk dari cuaca panas ekstrem tersebut. Berdasarkan data dari The Weather Channel, indeks ultraviolet di Makkah pada siang hari dilaporkan menyentuh angka 11 dengan kelembapan udara mencapai 11 persen.
Ketua Kloter 27 UPG Imron Rosadi mengingatkan seluruh jemaah, khususnya dari Provinsi Papua, untuk terus menjaga kebugaran fisik dan mental menjelang pergeseran menuju Armuzna. Jemaah diminta untuk rutin mengonsumsi air putih, menyemprotkan air ke wajah, serta menggunakan alat pelindung seperti payung dan topi saat beribadah pada siang hari.
"Beberapa hari kedepan kita akan ke Armusna (Arafah, Musdalifa dan Mina). Saya minta kepada calon haji asal provinsi Papua, kurangi aktivitas yang membutuhkan energi dan di luar ruangan. Sering minum air putih, menyiapkan fisik dan mental, jangan sampai mengalami kendala kesehatan," ucap Imron Rosadi, Ketua Kloter 27 UPG.